KompasReal.id, Bupati Amizaro Waruwu membuat momen mengharukan saat menghadiri rapat koordinasi pembangunan daerah tertinggal di Jakarta. Dalam forum resmi tersebut, ia menyampaikan langsung kondisi puluhan desa di wilayahnya yang masih berstatus tertinggal dan membutuhkan dukungan anggaran besar dari pemerintah pusat.
Dalam penyampaiannya, Bupati Nias Utara menegaskan bahwa persoalan utama di daerahnya meliputi keterbatasan infrastruktur jalan, akses listrik yang belum merata, jaringan internet yang lemah, hingga minimnya fasilitas pendidikan dan kesehatan. Ia menyebut, tanpa intervensi serius dari pusat, percepatan pembangunan akan sulit tercapai.
Pada momen yang menyita perhatian peserta rapat, Amizaro bahkan bersujud di hadapan Menteri Desa sebagai simbol permohonan serius agar pemerintah memberikan perhatian khusus bagi Kabupaten Nias Utara. Aksi tersebut disebutnya sebagai bentuk keputusasaan sekaligus harapan besar demi masyarakatnya.
Rapat tersebut digelar oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan dihadiri langsung oleh Menteri Yandri Susanto. Dalam tanggapannya, Menteri menyatakan pihaknya siap memfasilitasi penyampaian aspirasi kepala daerah tertinggal kepada pemerintah pusat.
Selain meminta tambahan dana, Bupati Nias Utara juga berharap adanya audiensi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto agar persoalan desa tertinggal dapat dipaparkan secara langsung. Ia menilai, komunikasi langsung dengan kepala negara akan mempercepat solusi konkret bagi wilayah-wilayah yang masih tertinggal.
Peristiwa ini pun menjadi sorotan publik dan memicu beragam respons di media sosial. Namun demikian, tindak lanjut konkret berupa alokasi anggaran atau kebijakan khusus masih menunggu keputusan resmi pemerintah pusat.
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Sewaktu.id













