Dugaan PETI: Ekskavator Bebas di Ranto Baek, TNBG Kecolongan, Kapolda Diminta Bertindak

KompasReal.id

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 12:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto dugaan PETI di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Istimewa)

i

Kolase foto dugaan PETI di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Istimewa)

KompasReal.com, Mandailing Natal – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) oleh para mafia semakin meresahkan di Desa Muara Bangko, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Ironisnya, lokasi ini hanya berjarak selemparan batu dari kantor Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) Resort 8 Muara Bangko.

Dari Jembatan Aek Muara Bangko, pemandangan yang terpampang adalah sejumlah alat berat jenis ekskavator yang beroperasi tanpa hambatan. Absennya tindakan hukum menimbulkan tanda tanya besar: Siapa yang melindungi para pelaku PETI ini?

Maraknya pemberitaan media tentang praktik PETI yang merajalela serta minimnya tindakan hukum telah memicu kemarahan aktivis dan menjadi sorotan publik.

Stevenson Ompu Sunggu, aktivis dari Gabungan Pergerakan Tapanuli (GAPERTA), dengan tegas menyoroti dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH) yang menerima “upeti” dari aktivitas PETI di Kecamatan Ranto Baek.

“Kami miris melihat aktivitas PETI yang begitu terang-terangan di daerah itu. Hanya berjarak 2 km dari Jembatan Aek Muara Bangko, alat berat beroperasi tanpa rasa takut,” ungkap Steven saat melakukan investigasi pada Sabtu (4/10/2025).

Steven menambahkan bahwa penggunaan alat berat ini telah mencemari aliran sungai, terutama di dalam kawasan hutan TNBG yang seharusnya menjadi area terlarang. Aktivitas ilegal yang telah berlangsung lama ini belum juga mendapatkan penindakan hukum yang serius.

Pihak Balai TNBG diduga lemah dalam pengawasan, sehingga pengamanan dinilai perlu ditingkatkan dan diawasi langsung oleh Polda Sumatra Utara atau Mabes Polri.

Stevenson mendesak Kapolda Sumut untuk menjadikan isu ini sebagai perhatian utama. Praktik ilegal ini tidak hanya merugikan alam sekitar, tetapi juga merugikan keuangan negara karena sengaja menghindari pajak.

Dampak tambang emas ilegal di kawasan taman nasional sangat merusak, mencakup kerusakan lingkungan parah seperti hilangnya vegetasi, erosi, dan pencemaran air serta tanah oleh bahan-bahan kimia berbahaya.

Baca Juga :  Padangsidimpuan Rayakan HUT Ke 23dengan Semangat Persatuan dan Kebersamaan

“Secara ekologis, habitat satwa liar terganggu, dan risiko bencana alam seperti banjir serta tanah longsor meningkat drastis,” jelas Steven.

Selain itu, lanjutnya, aktivitas ini juga menyebabkan gangguan sosial bagi masyarakat adat, merusak kawasan ulayat dan situs budaya, serta menimbulkan kerugian ekonomi jangka panjang akibat kerusakan ekosistem yang sulit dipulihkan.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Balai TNBG yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. Demikian pula Kapolres Madina, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp terkait dugaan PETI di Kecamatan Ranto Baek, belum memberikan keterangan resmi.

Oleh karena itu, penindakan serius dan tegas terhadap praktik ilegal ini sangat dinantikan. Masyarakat berharap Kapolda Sumut segera turun tangan menyelamatkan TNBG dari ancaman mafia PETI. (Paruhum)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN
Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran
Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon
Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas
Mimbar Jumat Masjid Jami’ Ahlussunnah Wal Jamaah Bincar, Padangsidimpuan Jumat, 6 Februari 2026
Dari Cik Cik Bum Bum ke Jalan Alus: Kisah Fadia Arafiq Membuktikan Diri di Kursi Bupati
Gempa Hari Ini Guncang Binjai Sumut, Cek Kekuatan Magnitudonya! 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:38 WIB

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:10 WIB

Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:33 WIB

Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:07 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:16 WIB

Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB