KompasReal.id, Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 10 persen pada perdagangan awal pekan ini, dipicu meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen pasar berubah drastis setelah Amerika Serikat menunda rencana serangan terhadap Iran, sehingga mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Penurunan ini terlihat pada dua acuan utama minyak dunia. Harga minyak mentah Brent dilaporkan turun hingga kisaran sekitar 96–99 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) merosot ke sekitar 85–88 dolar AS per barel. Koreksi tajam ini terjadi hanya dalam waktu singkat setelah sebelumnya harga sempat melonjak tinggi akibat konflik.
Analis menilai, keputusan penundaan serangan membuka peluang deeskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini membuat pasar mulai memperkirakan pasokan minyak global akan tetap stabil, sehingga tekanan harga berkurang. Meski demikian, Iran membantah adanya negosiasi resmi, sehingga ketidakpastian masih membayangi pasar energi dunia.
Meski harga minyak anjlok, para pengamat mengingatkan bahwa penurunan ini berpotensi hanya bersifat sementara. Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih sangat dinamis, dan setiap perkembangan baru—termasuk potensi konflik lanjutan—dapat kembali mendorong lonjakan harga minyak dalam waktu singkat.
m
Penulis : Kr03
Editor : EMAS
Sumber Berita: Monitor day












