KompasReal.id, JAKARTA–(23/1/2026) hingga akhir pekan. Menurut data BPBD DKI Jakarta per Sabtu pagi (24/1/2026) pukul 08.00 WIB, masih ada 90 RT yang terendam genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 20-120 cm. Banjir ini terutama melanda wilayah Jakarta Barat seperti Duri Kosambi, Kapuk, dan Kedaung Kali Angke, serta Jakarta Timur di Kampung Melayu yang mencapai 1 meter.
Sembilan ruas jalan utama juga masih tergenang, menyebabkan kemacetan parah dan akses transportasi terganggu. Beberapa titik rawan seperti Puri Kembangan dan sekitar Kali Ciliwung menjadi sorotan karena air sulit surut meski hujan sudah reda. Petugas gabungan dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas SDA, serta relawan terus melakukan pemompaan dan evakuasi warga terdampak.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan banjir berulang ini menjadi prioritas utama pemerintahannya. Ia telah memerintahkan normalisasi tiga sungai besar, yaitu Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama, sebagai solusi jangka panjang. “Kita harus segera benahi alur sungai agar banjir tidak lagi jadi musim tahunan,” ujar Pramono saat meninjau lokasi Kali Cakung Lama baru-baru ini.
Normalisasi sungai tersebut meliputi pelebaran dan pendalaman dasar sungai, pengerukan sedimen, serta penambahan pompa di titik-titik strategis.
Pramono menekankan bahwa sebagian besar masyarakat kini sudah mendukung program ini karena dampak banjir yang terus berulang dalam dua minggu terakhir sangat merugikan. Proses ini diharapkan dimulai secepatnya oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI.
Warga di kawasan rawan banjir diminta tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. BPBD DKI mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri melintasi genangan tinggi dan segera melapor jika terjadi longsor atau jebol tanggul. Pantauan terkini menunjukkan tinggi muka air di beberapa pos pantau seperti Pintu Air Karet masih tinggi, meski tren mulai menurun sore hari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mempercepat penanganan banjir melalui pendekatan terintegrasi, termasuk operasi modifikasi cuaca dan penguatan infrastruktur drainase. Masyarakat diharapkan turut serta menjaga kebersihan saluran air agar upaya pencegahan banjir Jakarta lebih efektif ke depannya.
KR03
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS













