Ketegangan di Iran Meningkat: Protes Nasional, Pemadaman Internet, dan Crackdown Mematikan

Redaksi

- Penulis

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Protes Nasional Meletus di Iran – Gelombang demonstrasi anti-pemerintah kembali merebak di berbagai kota besar setelah berbulan-bulan ketidakpuasan atas kondisi ekonomi dan pemerintahan, memicu reaksi keras dari aparat keamanan di bawah rezim Teheran.

Crackdown Brutal dan Pemadaman Internet – Pemerintah memberlakukan pemutusan internet hampir total untuk membatasi informasi keluar, sementara pasukan keamanan dilaporkan menggunakan kekuatan mematikan terhadap pengunjuk rasa, menimbulkan ratusan hingga ribuan korban jiwa menurut laporan HAM independen.

Ancaman Internasional dan Balasan Teheran – Iran memperingatkan akan melakukan balasan tegas terhadap ancaman asing, termasuk dari Amerika Serikat dan Eropa, setelah pemerintah asing mengmutuk penggunaan kekerasan terhadap demonstran dan memperingatkan sanksi lebih lanjut.

Laporan Korban Jiwa Sangat Tinggi – Sumber medis dan aktivis menilai jumlah kematian mencapai puluhan ribu orang akibat tindakan keras aparat, jauh di atas angka resmi yang dilaporkan oleh otoritas di Teheran, yang telah mengakui ribuan kematian dalam kerusuhan terbaru ini.

Tekanan di Dalam dan Luar Negeri – Ketegangan politik juga meningkat dengan peringatan terhadap campur tangan asing dan seruan dialog dari beberapa negara, sementara kelompok oposisi dan para pemimpin dunia menyerukan dialog dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
KR03

Baca Juga :  Ramadan di Berbagai Belahan Dunia: Tradisi, Toleransi, dan Semangat Kebersamaan

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Mehdi Taremi Siap Tinggalkan Olympiacos, Kembali ke Iran Demi Membela Negara
Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan Terhadap Rudal Iran
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:29 WIB

Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00 WIB

Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB