KompasReal.id, Beijing, China — Gelombang mudik Tahun Baru Imlek atau dikenal sebagai Spring Festival travel rush (chunyun) tahun 2026 ini diperkirakan akan menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan sekitar 9,5 miliar perjalanan darat, laut, dan udara yang dilakukan oleh masyarakat China di seluruh negeri. Jumlah ini melampaui rekor perjalanan sebelumnya dan menunjukkan mobilitas penduduk yang sangat tinggi menjelang perayaan Imlek.
Otoritas transportasi China memproyeksikan total 9,5 miliar perjalanan penumpang selama periode chunyun yang berjalan 40 hari penuh dari 2 Februari hingga 13 Maret 2026 — ini mencakup semua moda angkutan: jalan raya, perkeretaapian, penerbangan, dan kapal.
Mudik Imlek ini digambarkan sebagai migrasi manusia terbesar di dunia, karena jumlah orang yang berpindah antardaerah dalam waktu singkat mencapai skala yang luar biasa untuk reunifikasi keluarga saat perayaan Tahun Baru Cina.
Dominasi Moda Transportasi
Perjalanan darat (jalan raya) masih menjadi moda dominan, mencakup sekitar 80 % dari total perjalanan.
Kereta api diperkirakan melayani lebih dari 540 juta perjalanan penumpang, sebagai bagian dari jaringan rel Tiongkok yang sangat padat dan efisien.
Penerbangan sipil mencatat sekitar 95 juta penumpang udara, dengan kapasitas penerbangan ditingkatkan untuk mengakomodasi lonjakan permintaan.
Pertumbuhan Dibandingkan Tahun Lalu
Perkiraan 9,5 miliar perjalanan tahun ini mengalahkan rekor sebelumnya sekitar 9,02 miliar perjalanan pada musim mudik Imlek 2025.
Lonjakan mobilitas ini juga terjadi setelah pemerintah memperpanjang masa liburan resmi Imlek menjadi 9 hari, dengan tujuan mendorong konsumsi domestik dan pergerakan masyarakat.
Selama minggu pertama chunyun, tercatat lebih dari 1,4 miliar perjalanan antardaerah saja, dengan rata-rata harian yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada hari-hari pertama saja, diperkirakan hampir 188 juta perjalanan terjadi pada satu hari pertama travel rush.

Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS
Sumber Berita: Xinhua otoritas













