Pemekaran Tabagsel Menggema: Janji ‘Halak Hita’ Bobby Nasution Dianggap Ingkar, Karma Sampuraga Menanti!

KompasReal.id

- Penulis

Rabu, 1 Oktober 2025 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Medan – Gelombang desakan pemekaran Daerah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) kembali menguat, dipicu oleh kekecewaan mendalam atas minimnya perhatian pemerintah provinsi.

Proyek pembangunan jalan yang sangat dinantikan warga di wilayah strategis Sumatra Utara ini batal, memperparah rasa diabaikan oleh kepemimpinan saat ini.

Tokoh pemuda Tabagsel, Tan Gozali Nasution, pendiri Ikatan Pemuda Mandailing, tak kuasa menahan kekecewaan. Ia menuding Gubernur Bobby Nasution, yang merupakan menantu mantan Presiden Joko Widodo, telah bersikap diskriminatif terhadap Tabagsel, tanah kelahirannya sendiri.

“Seharusnya seorang gubernur adalah pemimpin untuk semua wilayah, bukan hanya untuk daerah yang memberi dukungan suara besar saat pemilu. Kalau pun suara di Tabagsel kecil, bukan berarti pembangunan boleh diabaikan,” tegas Tan pada Selasa (30/9/2025) di Panyabungan, Mandailing Natal.

Senada, Pemerhati Pembangunan Tabagsel, Bang Regar, mengungkapkan rasa sakit hati yang mendalam atas pengkhianatan janji oleh “Halak Hita” (orang kita sendiri).

“Rasanya sakit kalau dikhianati putra asli sendiri ketimbang janji orang lain. Hati-hati, Karma Sampuraga pasti berlaku!” ujar Bang Regar, merujuk pada legenda yang mengisahkan hukuman bagi mereka yang melupakan asal-usulnya.

Janji Bobby Nasution untuk berkantor di Tabagsel selama tiga bulan pasca-pelantikan sebagai gubernur, yang hingga kini tak terealisasi, menjadi sorotan tajam dan bukti nyata ingkar janji.

Ironisnya, Tabagsel bukanlah daerah miskin sumber daya. Wilayah ini adalah lumbung kekayaan alam melimpah, dari tambang emas, minyak, pembangkit listrik, hingga perkebunan sawit skala besar yang banyak dikuasai perusahaan berplat BK, BM, dan BA.

Padahal, Tabagsel memiliki identitas plat kendaraan tersendiri, yaitu BB. “Bahkan perkebunan milik perusahaan Sumut mayoritas berada di Mandailing Natal. Tapi lihat kondisi daerahnya, jauh dari kata sejahtera,” tambah Tan.

Baca Juga :  Penyegaran Birokrasi: Bobby Nasution Lantik 177 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemprov Sumut

Di balik kekayaan ini, masyarakat Tabagsel justru terjerat dalam keterbatasan infrastruktur. Jalan-jalan rusak parah, fasilitas kesehatan yang jauh dari memadai, dan kualitas pendidikan yang tertinggal jauh dibandingkan daerah lain di Sumatra Utara.

Tak hanya hasil bumi, Tabagsel juga merupakan paru-paru dunia dengan hutan tropis Taman Nasional Batang Gadis dan Ekosistem Batangtoru, rumah bagi keanekaragaman hayati.

“Jangan lupa, oksigen yang dihirup masyarakat Medan dan juga gubernur hari ini sebagian besar berasal dari hutan di Tabagsel,” Tan menegaskan.

Melihat kondisi ini, desakan agar Tabagsel dimekarkan menjadi provinsi sendiri semakin nyaring. Tan Gozali menekankan bahwa secara historis, Tabagsel memiliki identitas yang berbeda, diperkuat dengan keberadaan plat nomor kendaraan khusus “BB” sebagai simbol pemisahan identitas.

“Kami sudah menjalin komunikasi dengan para tokoh di Mandailing. Saatnya Tabagsel merdeka dari Sumut, supaya tidak terus dimiskinkan oleh pusat provinsi,” pungkasnya.

Tabagsel saat ini mencakup lima daerah otonom hasil pemekaran Kabupaten Tapanuli Selatan, yaitu:

  1. Kabupaten Tapanuli Selatan
  2. Kabupaten Mandailing Natal
  3. Kabupaten Padang Lawas
  4. Kabupaten Padang Lawas Utara
  5. Kota Padangsidimpuan

Dengan potensi besar yang dimiliki dan kekecewaan yang memuncak, harapan masyarakat Tabagsel untuk mendapatkan perhatian serius dalam pembangunan kini berujung pada wacana pemekaran provinsi baru sebagai solusi jangka panjang demi kesejahteraan yang telah lama dinanti. (Tim)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ramadan Berbagi: IPK Eks Barteng dan Polsek Barumun Tengah Sebarkan 300 Paket Takjil ke Pengguna Jalan
Kadis Perhubungan Padangsidimpuan Jadi Tersangka Korupsi Parkir, Diduga Serap Rp432,4 Juta Dana Retribusi
Apresiasi untuk Penertiban PETI Madina, GAPERTA Dorong Tindaklanjuti ke Angkola Selatan
Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tetap mempertahankan Surat Edaran
Wali Kota Medan Terbitkan Surat Edaran Penataan Penjualan Daging Non-Halal, Bukan Larangan Total
Aksi Protes Warga Tak Digubris, Truk Bermuatan Pasir Terperosok di Jalan Negeri Lama
Salat Tarawih Pertama, Bupati Madina Mengajak Masyarakat Tingkatkan Ibadah Selama Ramadhan
Penguatan Desa: Fondasi Kokoh Menuju Sumatera Utara yang Maju dan Berkelanjutan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 19:09 WIB

Ramadan Berbagi: IPK Eks Barteng dan Polsek Barumun Tengah Sebarkan 300 Paket Takjil ke Pengguna Jalan

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:26 WIB

Kadis Perhubungan Padangsidimpuan Jadi Tersangka Korupsi Parkir, Diduga Serap Rp432,4 Juta Dana Retribusi

Kamis, 5 Maret 2026 - 06:28 WIB

Apresiasi untuk Penertiban PETI Madina, GAPERTA Dorong Tindaklanjuti ke Angkola Selatan

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:48 WIB

Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, tetap mempertahankan Surat Edaran

Selasa, 24 Februari 2026 - 21:43 WIB

Wali Kota Medan Terbitkan Surat Edaran Penataan Penjualan Daging Non-Halal, Bukan Larangan Total

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB