KompasReal.id, Mimisan atau perdarahan hidung pada anak merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah kecil di dalam hidung akibat udara kering, kebiasaan mengorek hidung, atau benturan ringan. Meski terlihat mengkhawatirkan, sebagian besar kasus mimisan dapat ditangani dengan langkah sederhana di rumah tanpa perlu penanganan medis khusus.
Langkah pertama yang harus dilakukan saat anak mengalami mimisan adalah menenangkan anak agar tidak panik. Posisikan anak dalam keadaan duduk tegak dengan kepala sedikit condong ke depan, bukan mendongak. Hal ini penting untuk mencegah darah mengalir ke tenggorokan yang dapat menyebabkan mual atau muntah. Setelah itu, tekan bagian lunak hidung (cuping hidung) selama sekitar 10–15 menit tanpa dilepas.
Selain menekan hidung, orang tua dapat membantu dengan memberikan kompres dingin di area hidung atau dahi. Suhu dingin dapat membantu menyempitkan pembuluh darah sehingga perdarahan lebih cepat berhenti. Pastikan anak bernapas melalui mulut selama proses tersebut dan hindari berbicara atau bergerak terlalu banyak agar tekanan pada hidung tetap stabil.
Jika mimisan sudah berhenti, anak disarankan untuk tidak mengorek hidung atau meniup hidung terlalu keras selama beberapa jam ke depan. Orang tua juga dapat menjaga kelembapan udara di rumah, misalnya dengan menggunakan humidifier atau memastikan anak cukup minum air putih. Hal ini penting untuk mencegah kekeringan pada lapisan dalam hidung yang bisa memicu mimisan kembali.
Namun, jika mimisan berlangsung lebih dari 20 menit, terjadi sangat sering, atau disertai gejala lain seperti pusing dan lemas, sebaiknya segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan. Penanganan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada penyebab lain yang lebih serius. Dengan penanganan yang tepat dan cepat, mimisan pada anak dapat diatasi dengan aman dan efektif.
Penulis : Kr03
Editor : Emas












