Ratusan Warga Geruduk Polres Dairi, Desak Transparansi Penanganan Kasus

Redaksi

- Penulis

Minggu, 16 November 2025 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com,DAIRI — Ratusan warga dari Kecamatan Sumbul dan sekitarnya menggeruduk Mapolres Dairi pada Sabtu (16/11) untuk meminta kejelasan penanganan kasus dugaan penganiayaan yang mereka nilai mandek. Aksi dimulai sejak pukul 09.00 WIB, membuat halaman Polres dipadati massa dan arus lalu lintas sempat tersendat. Spanduk dan poster tuntutan tampak diangkat tinggi oleh warga yang menginginkan jawaban.

Menurut koordinator aksi, Marudut Silalahi, pihaknya terpaksa turun ke jalan karena laporan yang sudah disampaikan sejak dua minggu lalu tidak menunjukkan perkembangan. “Kami datang dengan damai. Yang kami minta hanya kejelasan hukum. Jangan ada yang diperlambat atau ditutup-tutupi,” ujarnya di depan Mapolres.

Situasi sempat memanas ketika massa meminta pimpinan Polres keluar menemui mereka secara langsung. Namun sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat desa menenangkan warga agar aksi tetap kondusif. Mereka berharap Polres Dairi memberikan sikap resmi agar ketegangan dapat mereda.

Perwakilan kepolisian akhirnya hadir melalui Kasat Reskrim Polres Dairi, Iptu J. Siregar, yang menemui warga di ruang rapat. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa penyidik tetap bekerja sesuai prosedur. “Kami tidak pernah berhenti menangani laporan masyarakat. Proses penyelidikan berjalan dan kami pastikan semuanya sesuai SOP,” tegasnya.

Meski begitu, warga tetap meminta adanya transparansi dan update berkala dari penyidik. Mereka mengatakan bahwa keterbukaan informasi sangat penting agar masyarakat tidak merasa diabaikan. “Masyarakat hanya ingin dihargai dan diberi informasi. Itu saja,” tambah tokoh masyarakat, Sahat Tinambunan, yang juga hadir sebagai mediator.

Aksi berakhir damai sekitar pukul 12.30 WIB setelah kepolisian berjanji akan menggelar pertemuan lanjutan pada pekan berikutnya. Massa kemudian membubarkan diri dengan harapan proses hukum bisa diperjelas dan tidak menimbulkan keresahan di tengah warga, TimRedaksi.KR

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN
Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran
Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon
Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas
Mimbar Jumat Masjid Jami’ Ahlussunnah Wal Jamaah Bincar, Padangsidimpuan Jumat, 6 Februari 2026
Dari Cik Cik Bum Bum ke Jalan Alus: Kisah Fadia Arafiq Membuktikan Diri di Kursi Bupati
Gempa Hari Ini Guncang Binjai Sumut, Cek Kekuatan Magnitudonya! 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 20:38 WIB

MACAN ASIA INDONESIA KOTA PADANGSIDIMPUAN MONITORING PERKEMBANGAN PROGRAM MBG DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEMENAG KOTA PADANGSIDIMPUAN

Minggu, 15 Februari 2026 - 06:10 WIB

Kejati Jambi Periksa Sekretariat DPRD Merangin Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:33 WIB

Rekaman VCS Tak Senonoh Beredar, Diduga Mirip Tokoh Publik di Padang Lawas

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:07 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha Perumda BPR Bank Cirebon

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:16 WIB

Kapolres Batang Sidak Pos Pelayanan SIM, Tegaskan Larangan Pungli dan Penguatan Integritas

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB