Setelah Diakui Mayoritas Negara di PBB, Palestina Daftar BRICS

KompasReal.id

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com – PALESTINA resmi mendaftar ke BRICS setelah mayoritas negara di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) termasuk negara Barat mengakui kemerdekaannya.

Duta Besar Palestina untuk Rusia Abdel-Hafiz Nofal mengatakan pendaftaran itu telah resmi diajukan Otoritas Palestina (PA) baru-baru ini, namun PA belum mendapatkan jawaban.

“Seperti yang Anda ketahui, Palestina memiliki beberapa kondisi tertentu. Palestina saat ini akan berpartisipasi sebagai negara undangan sampai kondisi-kondisi ini mengizinkan kami untuk menjadi anggota penuh,” ucapnya kepada kantor berita Rusia, RIA.

BRICS adalah forum ekonomi yang digawangi oleh Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. BRICS dibentuk untuk menyeimbangkan pengaruh negara Barat.

Sejak 2024, sejumlah negara yakni Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Ethiopia, dan Iran memutuskan bergabung dengan BRICS. Indonesia juga telah resmi gabung BRICS per Januari 2025.

China telah menyambut baik pendaftaran Palestina ke BRICS. Pada Jumat (26/9), Kementerian Luar Negeri China menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan Palestina.

“[BRICS] adalah platform penting untuk kerja sama antara pasar berkembang dan negara-negara berkembang, serta menjadi sumber dorongan kuat bagi multipolaritas dan demokrasi yang lebih besar di hubungan internasional. Platform ini telah diakui secara luas oleh negara-negara Global South,” demikian kata juru bicara Kemlu China Guo Jiakun, seperti dikutip Anadolu Agency.

Sejumlah negara Barat baru-baru ini mengakui kemerdekaan Palestina. Negara-negara tersebut di antaranya Prancis, Inggris, Australia, Kanada, hingga Portugal.

Pengakuan atas negara Palestina itu dilakukan di saat bencana kemanusiaan kian mendera rakyat Gaza. Agresi Israel di Gaza saat ini telah menewaskan lebih 65 ribu warga Palestina, mayoritas anak-anak dan perempuan.

Sumber: CNN INDONESIA

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —
Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 
Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik
Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi
Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik
Trump Tertekan, Iran Unggul di Perang Politik
Mehdi Taremi Siap Tinggalkan Olympiacos, Kembali ke Iran Demi Membela Negara
Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Serangan Terhadap Rudal Iran
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:27 WIB

Dari Bungkam Menjadi Penyesalan: Kisah Pernikahan Putra Pemimpin Tertinggi Iran yang Menggugat Logika Duniawi” —

Senin, 9 Maret 2026 - 00:52 WIB

Kedubes Iran di China: Kami Tak Butuh Sumbangan Uang, Tapi Solidaritas Internasional 

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:25 WIB

Video Joget di Monumen Perang AS Viral, Picu Kecaman Publik

Rabu, 4 Maret 2026 - 21:29 WIB

Integrasi Kurikulum Al-Qur’an ke Sekolah Negeri: Strategi Senegal Memodernisasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:00 WIB

Tren “Tight Men” di Jepang: Kekhawatiran Baru atas Keamanan Publik

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB