KompasReal.id, Mandailing Natal – Akhir-akhir ini Sungai Ranto Puran di Gunung Tua terus mengalami kekeruhan meski tidak sedang diguyur hujan. Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat Desa Gunung Tua Raya yang meliputi Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Penggorengan, Gunung Tua Lumban Pasir, serta Desa Iparbondar Darat, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Sungai tersebut merupakan salah satu sumber air utama masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, kakus (MCK), hingga sumber air minum. Aliran sungai juga telah disalurkan ke rumah-rumah warga melalui sistem pipanisasi atau PAM desa.
Akibat kondisi air yang keruh, aktivitas masyarakat terganggu. Sejumlah warga terpaksa menumpang mandi ke desa tetangga atau menggunakan kamar mandi dan sumur milik kerabat maupun tetangga.
Salah seorang warga Gunung Tua, Marganti Nasution, mengatakan kondisi sungai keruh sudah berlangsung cukup lama meski cuaca cerah dan tidak hujan.
“Kami sebagai masyarakat khawatir ada pembalakan liar di hulu sungai yang mengakibatkan sungai jadi keruh akibat gerusan aliran air. Kami juga khawatir sungai ini bisa meluap dan menghanyutkan rumah warga serta aset pemerintah. Beberapa tahun lalu jembatan dan rambin hanyut akibat luapan sungai,” ujarnya kepada media ini, Minggu (26/04/2026).
Ia meminta pihak berwenang segera turun tangan melakukan investigasi ke wilayah hulu sungai.
“Ada apa aktivitas di hulu sungai sehingga masyarakat di hilir dirugikan? Hari ini sungai juga sempat meluap skala kecil dan terlihat banyak kayu hanyut, bahkan ada balok kayu yang diduga hasil pembalakan liar oleh oknum tidak bertanggung jawab,” sambungnya.
Media ini juga telah mengonfirmasi beberapa warga Sopo Batu yang merupakan penduduk di kawasan hulu sungai. Namun mereka mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas pembukaan lahan di daerah tersebut.
Marganti menambahkan, dirinya bersama warga berencana melakukan penelusuran langsung ke hulu sungai dalam waktu dekat.
“Kami sebagai masyarakat tidak akan tinggal diam,” pungkasnya. (KR11).
Penulis : Kr03
Editor : Emas












