Tantangan Kesehatan di Nias: Fasilitas Terbatas Picu Tingginya Angka Kematian Ibu Hamil

Redaksi

- Penulis

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Kepulauan Nias masih menghadapi tantangan besar di sektor kesehatan, terutama terkait tingginya angka kematian ibu hamil dan melahirkan. Kondisi geografis kepulauan, keterbatasan fasilitas kesehatan, serta akses layanan medis yang belum merata menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan bahwa persoalan kesehatan di Nias tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, masih banyak daerah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai untuk menangani kasus persalinan berisiko tinggi. “Masalah utama di Nias adalah keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan, terutama untuk layanan ibu dan anak,” ujar Bobby Nasution dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, jarak tempuh menuju rumah sakit rujukan yang cukup jauh sering membuat ibu hamil terlambat mendapatkan penanganan medis. Kondisi ini diperparah dengan infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya baik serta ketergantungan transportasi laut di sejumlah wilayah terpencil di Kepulauan Nias.

Selain itu, keterbatasan tenaga medis spesialis, seperti dokter kandungan dan bidan berpengalaman, masih menjadi kendala serius. Pemerintah provinsi mencatat, distribusi tenaga kesehatan di Nias belum ideal dibandingkan luas wilayah dan jumlah penduduk, sehingga pelayanan kesehatan ibu hamil belum maksimal.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemprov Sumut berkomitmen melakukan penguatan fasilitas kesehatan di Nias, mulai dari peningkatan puskesmas, penambahan alat kesehatan, hingga pembangunan dan peningkatan rumah sakit rujukan. “Kami akan fokus pada peningkatan layanan kesehatan dasar agar kasus kematian ibu bisa ditekan secara signifikan,” tegas Bobby Nasution.

Ke depan, pemerintah berharap sinergi antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dapat mempercepat pemerataan layanan kesehatan di Kepulauan Nias. Dengan perbaikan fasilitas, tenaga medis, dan akses transportasi, angka kematian ibu dan bayi diharapkan terus menurun dan kualitas hidup masyarakat Nias semakin meningkat.
(KR03)

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Jembatan Gantung Parapat, Koramil 09/Sosa Wujudkan Akses Ekonomi yang Lebih Layak
Anggota DPRD Sumut Derliana Siregar Sosialisasikan Ranperda Pertanian Organik di Hutapuli, Petani Didorong Siap Beralih Sistem
Mutasi Besar Kejagung: Kajati Sumut Berganti, Sejumlah Kajari Ikut Dirotasi
Kapolda Sumut Lepas Kontingen Kemala Run 2026 ke Bali, Tekankan Sportivitas dan Soliditas Keluarga Besar Polri
Vonis UU ITE Tuai Kontroversi, Terdakwa Dihukum 7 Bulan Penjara
Camat Bukit Malintang Tinjau Rumah Warga yang Memilukan, Siap Upayakan Bantuan RTLH
Petani Bawang Sumut Akan Demo Besar, Desak Pemerintah Hentikan Impor Ilegal yang Hancurkan Harga Lokal
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 11:06 WIB

Senin, 27 April 2026 - 23:34 WIB

Bangun Jembatan Gantung Parapat, Koramil 09/Sosa Wujudkan Akses Ekonomi yang Lebih Layak

Senin, 20 April 2026 - 19:28 WIB

Anggota DPRD Sumut Derliana Siregar Sosialisasikan Ranperda Pertanian Organik di Hutapuli, Petani Didorong Siap Beralih Sistem

Rabu, 15 April 2026 - 21:23 WIB

Mutasi Besar Kejagung: Kajati Sumut Berganti, Sejumlah Kajari Ikut Dirotasi

Rabu, 15 April 2026 - 17:59 WIB

Kapolda Sumut Lepas Kontingen Kemala Run 2026 ke Bali, Tekankan Sportivitas dan Soliditas Keluarga Besar Polri

Berita Terbaru