Tiga Nyawa Melayang, PETI Madina Masih Menjadi Ancaman Nyata

Paruhum Nasution

- Editor

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali memakan korban jiwa. Hingga awal Juli 2026, sedikitnya tiga orang tewas dalam dua peristiwa longsor yang terjadi di lokasi tambang ilegal, sekaligus menegaskan bahaya nyata sekaligus mendesaknya penertiban menyeluruh.

Rentetan tragedi bermula pada 31 Januari 2026, ketika longsor menerjang kawasan tambang ilegal di Muara Pungkut, Kecamatan Kotanopan.

Seorang penambang tewas tertimbun material tanah. Kasus itu kini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, dengan aparat mendalami dugaan tindak pidana serta menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas beroperasinya lokasi tersebut.

Kematian kembali menimpa pada Sabtu (4/7/2026) di Desa Aek Guo, Kecamatan Batang Natal. Longsor mendadak menimpa lokasi PETI dan merenggut nyawa dua penambang, yaitu Erlin Nasution (40), warga Desa Tarlola, dan Zulparman (50), warga setempat.

Keduanya dikabarkan sedang bekerja saat struktur tanah yang tidak stabil tiba-tiba runtuh.

Hingga 8 Juli 2026, tercatat tiga orang telah gugur akibat kecelakaan terkait PETI di wilayah ini. Angka ini menjadi bukti nyata, yakni praktik ilegal ini tidak hanya melanggar aturan hukum, namun juga mengancam keselamatan nyawa manusia setiap harinya.

Di tengah deretan korban, langkah tegas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bersama Tim Terpadu dalam menertibkan aktivitas PETI di wilayah Kotanopan hingga kawasan Sungai Batang Gadis dan Muara Mais mendapat apresiasi luas.

Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) menilai penindakan ini langkah penting untuk menyelamatkan lingkungan sekaligus mencegah jatuhnya korban selanjutnya.

Direktur Eksekutif LIPPSU, Azhari AM Sinik, menegaskan kerusakan yang ditimbulkan PETI sudah melampaui batas wajar.

“Kondisi lingkungan di Mandailing Natal kini sangat memprihatinkan. Segelintir oknum mengejar keuntungan sesaat, tanpa peduli dampak jangka panjang bagi alam dan masyarakat yang hidup bergantung padanya,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga :  166 Pejabat Madina Dilantik, Ahmad Sulaiman Lubis Resmi Jabat Camat Panyabungan Selatan

Ia menekankan peristiwa berulang ini adalah bukti bahwa PETI harus dihentikan sepenuhnya. “Jangan sampai kepentingan segelintir orang mengorbankan masa depan anak cucu kita. Alam yang rusak akan meninggalkan penderitaan yang panjang bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain memakan korban jiwa, PETI juga memicu kerusakan lingkungan yang meluas: pembukaan kawasan hutan, penggalian sepanjang aliran sungai dengan alat berat, hingga dugaan pencemaran yang mengancam sumber kehidupan warga.

Berulangnya tragedi ini menjadi peringatan keras, yakni persoalan PETI di Madina bukan lagi sekadar soal pelanggaran hukum, melainkan sudah menjadi isu kemanusiaan dan lingkungan yang mendesak.

Penanganan tak boleh berhenti hanya pada penindakan pelaku lapangan, tetapi harus menyasar hingga aktor intelektual dan pemodal yang diduga berada di balik kelangsungan aktivitas ilegal ini. (KR/PM)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akselerasi Konektivitas Udara: Bupati Madina Sambut Audiensi Strategis Lion Air Group
Forkopimda Madina Sepakat Perpanjang Masa Transisi Sampai Januari 2027
Progres Pembangunan Jembatan Aek Batahan Capai 57 Persen
Jalan Bukit Mas – Kubangan Tompek 3,5 KM Selesai, Pemkab Madina dan PT GPL Timbun Jalan Rusak di KM 2 Simpang Durian
Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel Madina Kembali Beroperasi, Korwasis Desak Penegakan Hukum Transparan
Curanmor Kembali Terjadi di Panyabungan, Motor Warga Mompang Julu Raib di Simpang Empat Pasar Hilir
APH Bungkam, PETI Panabari Hidup Lagi. Terduga Pelaku ZNT Terus Beroperasi 
Kajari Madina Dukung Sosialisasi Korwasis, Tegaskan Komitmen Cegah Peredaran Gelap Narkotika
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:27 WIB

Akselerasi Konektivitas Udara: Bupati Madina Sambut Audiensi Strategis Lion Air Group

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:50 WIB

Progres Pembangunan Jembatan Aek Batahan Capai 57 Persen

Kamis, 16 Juli 2026 - 16:47 WIB

Jalan Bukit Mas – Kubangan Tompek 3,5 KM Selesai, Pemkab Madina dan PT GPL Timbun Jalan Rusak di KM 2 Simpang Durian

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:32 WIB

Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel Madina Kembali Beroperasi, Korwasis Desak Penegakan Hukum Transparan

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:01 WIB

Curanmor Kembali Terjadi di Panyabungan, Motor Warga Mompang Julu Raib di Simpang Empat Pasar Hilir

Berita Terbaru