Ketika Lapar Menjadi Terapi: Rahasia Perbaikan Tubuh dari Dalam Sel

KompasReal.id

- Editor

Sabtu, 27 Desember 2025 - 21:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Dalam budaya hidup modern yang serba cepat dan instan, rasa lapar sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang harus segera dihindari. Jadwal makan padat—tiga kali sehari ditambah camilan—dianggap kunci menjaga energi. Namun, temuan ilmiah terbaru justru menunjukkan paradoks menarik: jeda makan yang terkontrol dapat memicu mekanisme penyembuhan alami yang sangat kuat.

Mekanisme tersebut dikenal sebagai autofagi, berasal dari kata Yunani auto (sendiri) dan phagein (memakan). Secara sederhana, tubuh “memakan dirinya sendiri”—bukan organ vital, melainkan komponen sel yang rusak, usang, dan tak lagi berfungsi. Inilah sistem daur ulang internal yang menjaga kualitas sel tetap optimal.

Bayangkan tubuh seperti sebuah rumah besar. Tanpa waktu untuk membersihkan, debu dan barang rusak akan menumpuk. Ketika asupan makanan terus-menerus masuk, tubuh berada dalam mode “tumbuh”. Sebaliknya, saat puasa atau lapar terkontrol, insulin menurun dan glukagon meningkat, mengalihkan tubuh ke mode “bertahan hidup” dan memulai pembersihan menyeluruh melalui autofagi.

Dalam fase ini, sel-sel mencari protein cacat, organel yang tidak efisien, serta sisa metabolisme untuk dihancurkan dan didaur ulang menjadi energi. Proses ini bukan hanya hemat energi, tetapi juga meningkatkan kualitas sel secara keseluruhan.

Penelitian autofagi yang mengantarkan Yoshinori Ohsumi meraih Nobel Kedokteran 2016 menyoroti perannya dalam melawan sel abnormal. Sel pra-kanker dengan struktur protein rusak dapat dikenali dan dihancurkan sebelum berkembang menjadi tumor. Selain itu, autofagi membantu membasmi bakteri dan virus yang bersembunyi di dalam sel.

Autofagi juga terkait dengan proses anti-penuaan. Seiring waktu, tubuh menumpuk sel penuaan (senescent cells)—sel “zombie” yang berhenti membelah namun memicu peradangan. Dengan mengaktifkan autofagi, tubuh terdorong menyingkirkan sel-sel ini dan menggantinya dengan sel yang lebih sehat dan fungsional.

Baca Juga :  Selain untuk Masakan dan Kesehatan, Garam juga Memiliki Manfaat di Sekitar Rumah

Cara mengaktifkan autofagi tidak memerlukan puasa ekstrem. Intermittent fasting seperti pola 16:8 cukup untuk memicu autofagi ringan. Olahraga intensitas tinggi juga memberi stres positif yang mendorong perbaikan sel, sementara tidur cukup—terutama tidak dalam kondisi perut terlalu kenyang—mengoptimalkan pembersihan seluler dan otak.

Kunci utamanya adalah keseimbangan. Lapar yang terukur memberi tubuh ruang untuk memperbaiki diri, sementara nutrisi yang tepat saat makan memastikan regenerasi berjalan optimal. Ini bukan soal menahan diri berlebihan, melainkan memberi jeda cerdas pada sistem pencernaan.

Pada akhirnya, lapar bukanlah musuh. Dalam dosis yang tepat, ia adalah sinyal pemulihan. Dengan mengurangi beban asupan tanpa henti, kita memberi izin pada tubuh—mesin biologis paling cerdas—untuk melakukan renovasi besar-besaran, membuang yang rusak, dan mempertahankan yang terbaik.KR03

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pekik Merdeka
5 Skincare Mengandung Retinol yang Cocok untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Jaga Kekenyalan Kulit
Marianna Resort Luncurkan Paket Escape Lake Toba untuk Liburan Juli di Pulau Samosir
SUCOFINDO Perkuat Komitmen Tata Kelola Berstandar Internasional, Raih Bronze Award Australasian Reporting Awards
Ingin Punya Tas Branded dengan Harga Lebih Terjangkau? Coba Ikuti Luxury Bag Auction deGaiya Setiap Senin dan Kamis
Luncurkan Buku “Pengabdian Bhayangkara”, Kapolres Wira Prayatna Usung Polisi Humanis Berakar Budaya
Memperkuat Kualitas Layanan, IPCC Lakukan Management Walkthrough Terminal Satelit Banjarmasin
Bitcoin Rebound, Tapi Volatilitas Masih Tinggi: FLOQ Soroti Faktor Penentu Arah Pasar Kripto
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Pekik Merdeka

Sabtu, 11 Juli 2026 - 23:54 WIB

5 Skincare Mengandung Retinol yang Cocok untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Jaga Kekenyalan Kulit

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:48 WIB

Marianna Resort Luncurkan Paket Escape Lake Toba untuk Liburan Juli di Pulau Samosir

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:35 WIB

SUCOFINDO Perkuat Komitmen Tata Kelola Berstandar Internasional, Raih Bronze Award Australasian Reporting Awards

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:20 WIB

Ingin Punya Tas Branded dengan Harga Lebih Terjangkau? Coba Ikuti Luxury Bag Auction deGaiya Setiap Senin dan Kamis

Berita Terbaru