Ratusan Anak Korban Banjir di Pematangsiantar Terima Paket Pendidikan dari Relawan Lokal

Redaksi

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Pematangsiantar – Di tengah masih berlangsungnya masa pengungsian akibat banjir besar yang melanda sebagian wilayah Sumatera Utara sejak akhir 2025 lalu, ratusan anak di Kota Pematangsiantar mendapat secercah harapan baru. Komunitas relawan “Siantar Peduli Anak” bersama Forum Pemuda Lintas Agama menyalurkan 450 paket perlengkapan sekolah kepada anak-anak korban banjir di posko pengungsian Kelurahan Teladan dan sekitarnya, Senin (19/1/2026).

Paket bantuan berisi buku tulis, alat tulis, tas sekolah, seragam cadangan, serta buku cerita anak ini diharapkan dapat membantu anak-anak tetap melanjutkan belajar meski masih tinggal di tenda darurat dan hunian sementara (huntara).

Menurut data posko pengungsian setempat, sedikitnya 1.200 jiwa di Pematangsiantar masih mengungsi hingga pertengahan Januari 2026, dengan mayoritas adalah keluarga dengan anak usia sekolah.

“Anak-anak ini sudah kehilangan banyak hal: rumah, mainan, bahkan buku pelajaran mereka hanyut terbawa banjir. Kalau kita biarkan mereka putus sekolah lagi, ini akan menjadi kemiskinan baru di masa depan,” ujar Ketua Siantar Peduli Anak, Ibu Rina Sitorus, saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada seorang siswi SD kelas 5 bernama Siska (11 tahun).


Siska, yang rumahnya di kawasan pinggir Sungai Bah Bolon rusak parah, mengaku senang sekali mendapat buku baru. “Saya kangen sekolah. Sekarang bisa belajar lagi di tenda, meskipun kadang hujan masuk,” katanya sambil tersenyum malu-malu.

Aksi sosial ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Drs. H. Maruli Tua Pasaribu, M.Pd. Beliau menyatakan pemerintah daerah sedang berkoordinasi dengan pusat untuk mempercepat pembangunan huntara yang layak serta program sekolah darurat berbasis komunitas.

“Kami targetkan akhir Februari 2026, sebagian besar anak bisa kembali belajar di ruang kelas sementara yang lebih baik,” tuturnya.

Baca Juga :  Rekaman CCTV Ungkap Pencuri di Counter Handphone Padangsidimpuan, Pelaku Dibekuk

Isu serupa juga terjadi di berbagai daerah lain di Sumut seperti Simalungun, Toba, dan Tapanuli Utara, di mana banjir menyebabkan ribuan anak kehilangan akses pendidikan normal. Pengamat sosial dari Universitas Negeri Medan, Dr. Agus Salim, menilai bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya membangun fisik, tetapi juga harus memperkuat “kewarasan sosial” masyarakat.

“Pendidikan adalah benteng terakhir melawan kemiskinan antargenerasi. Kalau anak-anak ini terlantar sekarang, kita akan menuai masalah sosial yang lebih besar 10–15 tahun ke depan,” pungkasnya.

Komunitas Siantar Peduli Anak berencana melanjutkan program serupa di kecamatan lain selama bulan Januari–Februari 2026, sambil mengajak masyarakat dan perusahaan lokal untuk ikut berkontribusi. Donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi komunitas atau langsung ke posko pengungsian.

Berita ini menjadi pengingat bahwa di balik bencana alam, solidaritas sosial masyarakat Sumatera Utara tetap menjadi kekuatan utama dalam proses pemulihan. (KR03)

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Geger Penemuan Mayat Terbakar di Sekotong Lombok Barat, Polisi Selidiki Identitas dan Penyebabnya
Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulsel: Tak Ada Korban Selamat, Evakuasi Masih Berlangsung
Keampuhan Starlink Ternoda: Iran Buktikan Kedaulatan Digital di Medan Perang Frekuensi
Dua Rumah Warga Terbakar di Andilan Dua Koto, Diduga Akibat Arus Listrik
Takdir Menyapa dengan Sopan
Snoop Dogg Gebrak Medsos dengan Foto AI Nongkrong ala Warkop Indonesia
Siti Manggopoh: Singa Betina Perang Belasting yang Membara di Hutan Sejarah
Sejarah Tak Terlupakan: Ketika Tawaf Dilakukan dengan Berenang Mengelilingi Ka’bah
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:21 WIB

Geger Penemuan Mayat Terbakar di Sekotong Lombok Barat, Polisi Selidiki Identitas dan Penyebabnya

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:59 WIB

Ratusan Anak Korban Banjir di Pematangsiantar Terima Paket Pendidikan dari Relawan Lokal

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:40 WIB

Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulsel: Tak Ada Korban Selamat, Evakuasi Masih Berlangsung

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:02 WIB

Keampuhan Starlink Ternoda: Iran Buktikan Kedaulatan Digital di Medan Perang Frekuensi

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:44 WIB

Dua Rumah Warga Terbakar di Andilan Dua Koto, Diduga Akibat Arus Listrik

Berita Terbaru