Seorang Siswi Sd Dituduh Bunuh Ibu Kandung

Redaksi

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Seorang siswi SD berinisial AI (12 tahun) di Kota Medan, Sumatera Utara, diduga melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya, F (42 tahun), pada 10 Desember 2025. Insiden ini terjadi di kediaman mereka di Kecamatan Medan Sunggal, di mana polisi mengungkapkan bahwa korban sempat dipukul menggunakan botol minuman sebelum tewas. Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan motif dendam membela ayah korban, yang diduga menjadi pemicu utama perilaku siswi tersebut.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah mengklasifikasikan kasus ini sebagai “Parisida”, yaitu perilaku agresif anak terhadap orang dewasa, dengan motif dendam yang kuat. Menurut penyelidikan polisi, AI sempat menonton kartun animasi yang menampilkan tema balas dendam, yang diyakini memicu imitasi perilaku negatif. Pendampingan psikologis langsung diberikan oleh Polrestabes Medan dan Pemko Medan kepada siswi untuk mencegah dampak trauma lebih lanjut.

Kasus ini bukan isolasi; ia mencerminkan tren naiknya perilaku agresif pada anak-anak di Indonesia, terutama akibat paparan media digital tanpa pengawasan orang tua. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menyerukan langkah serius dari pemerintah untuk edukasi literasi media dan dukungan mental bagi remaja. Guru sekolah korban juga mengungkapkan pertanda buruk sejak beberapa bulan lalu, termasuk perilaku tertutup AI yang jarang bicara tentang hubungan keluarganya.

Secara nasional, kasus serupa pernah terjadi di berbagai daerah, seperti siswi SD di Dairi, Sumatera Utara, yang bunuh diri pada Oktober 2021 karena stres tugas sekolah, atau di Banyuwangi pada 2023 akibat perundungan. Pakar psikologi dari Universitas Airlangga menekankan bahwa kesendirian dan tekanan lingkungan seperti bullying dapat memicu ide bunuh diri atau agresi pada anak. Pencegahan melalui jaringan sekolah dan keluarga sangat diperlukan untuk menghindari eskalasi konflik internal.

Baca Juga :  200 ASN Pemkot Padang Sidempuan Jalani Uji Kompetensi di Medan

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi hotline KPAI atau layanan kesehatan jiwa seperti Rumah Sakit Jiwa Profesor dr. Soeharto Moewardi. Kasus ini mengingatkan kita akan urgensi perlindungan anak di era digital, di mana konten negatif mudah diakses. Mari prioritaskan dialog keluarga dan monitoring media sosial untuk hindari tragedi serupa.

 

KR03

Penulis : Edy siregar

Editor : EMAS

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Jembatan Gantung Parapat, Koramil 09/Sosa Wujudkan Akses Ekonomi yang Lebih Layak
Anggota DPRD Sumut Derliana Siregar Sosialisasikan Ranperda Pertanian Organik di Hutapuli, Petani Didorong Siap Beralih Sistem
Mutasi Besar Kejagung: Kajati Sumut Berganti, Sejumlah Kajari Ikut Dirotasi
Kapolda Sumut Lepas Kontingen Kemala Run 2026 ke Bali, Tekankan Sportivitas dan Soliditas Keluarga Besar Polri
Vonis UU ITE Tuai Kontroversi, Terdakwa Dihukum 7 Bulan Penjara
Camat Bukit Malintang Tinjau Rumah Warga yang Memilukan, Siap Upayakan Bantuan RTLH
Petani Bawang Sumut Akan Demo Besar, Desak Pemerintah Hentikan Impor Ilegal yang Hancurkan Harga Lokal
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 11:06 WIB

Senin, 27 April 2026 - 23:34 WIB

Bangun Jembatan Gantung Parapat, Koramil 09/Sosa Wujudkan Akses Ekonomi yang Lebih Layak

Senin, 20 April 2026 - 19:28 WIB

Anggota DPRD Sumut Derliana Siregar Sosialisasikan Ranperda Pertanian Organik di Hutapuli, Petani Didorong Siap Beralih Sistem

Rabu, 15 April 2026 - 21:23 WIB

Mutasi Besar Kejagung: Kajati Sumut Berganti, Sejumlah Kajari Ikut Dirotasi

Rabu, 15 April 2026 - 17:59 WIB

Kapolda Sumut Lepas Kontingen Kemala Run 2026 ke Bali, Tekankan Sportivitas dan Soliditas Keluarga Besar Polri

Berita Terbaru