KompasReal.id, Mandailing Natal – Warga di sejumlah desa di wilayah Gunung Tua Raya, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mulai mengalami krisis air bersih akibat kondisi Sungai Rantopuran yang terus keruh selama tiga bulan terakhir.
Desa yang terdampak meliputi Gunung Tua Julu, Gunung Tua Tonga, Gunung Tua Jae, Gunung Tua Lumban Pasir, Gunung Tua Penggorengan, Iparbondar, serta beberapa desa sekitar lainnya. Sungai Rantopuran selama ini menjadi sumber utama air bagi masyarakat untuk kebutuhan mandi, cuci, kakus (MCK), hingga air minum.
Selain digunakan warga, air sungai tersebut juga dialirkan ke masjid-masjid di kawasan Gunung Tua Raya dan ke rumah-rumah warga melalui PAM desa.
Namun dalam dua minggu terakhir, kondisi air tidak kunjung jernih meski cuaca tidak hujan. Warga pun semakin resah karena kesulitan mendapatkan air bersih.
Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM) Masjid Istiqomah Gunung Tua Jae, Rudi Pandapotan, mengatakan kondisi sungai yang keruh sudah berlangsung cukup lama.
“Sudah lama Sungai Rantopuran ini keruh, namun dua minggu terakhir tidak kunjung jernih,” ujarnya kepada media, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, Sungai Rantopuran merupakan sumber air utama bagi Masjid Istiqomah dan masyarakat sekitar. Hingga kini, masih banyak warga yang bergantung pada air sungai karena belum seluruh rumah memiliki sumur maupun sambungan PAM desa.
Menurutnya, sejak air sungai keruh, pihak masjid harus meningkatkan kebersihan lingkungan dan lebih sering membersihkan bak penampungan air yang cepat dipenuhi endapan lumpur.
“Bak penampung sekarang wajib dibersihkan setiap dua hari sekali. Memang ada sumur bor di lingkungan masjid untuk kebutuhan minum dan wudhu, tetapi sekarang warga juga banyak menggunakan air itu untuk mandi. Akibatnya, pemakaian listrik diperkirakan akan meningkat,” jelasnya.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk menelusuri penyebab keruhnya Sungai Rantopuran dan mengambil langkah penanganan cepat. “Kondisi air bersih di Gunung Tua Raya saat ini sudah masuk kategori krisis,” tutup Rudi. (KR11).
Penulis : Kr03
Editor : Emas












