Guru P3K Jarang Mengajar 4 Tahun, Gaji Tetap Cair: Pendidikan Tapsel Tercoreng

KompasReal.id

- Editor

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Tapanuli Selatan – Kurang lebih empat tahun setelah diangkat menjadi Guru Pembantu Penyelenggara Kegiatan (P3K), dua orang tenaga berinisial AHS dan SS ternyata nyaris tidak pernah melaksanakan tugas mengajar di SD Negeri 101228 Pargarutan Luat Harangan, Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan. Padahal keduanya tetap menerima gaji secara teratur.

AHS berdomisili di Palopat, Kecamatan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan, sedangkan SS beralamat di Desa Mompang, Kecamatan Padang Bolak Tenggara, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Keduanya menganggap lokasi sekolah berada di wilayah Kecamatan Angkola Timur, bukan Sipirok.

Kondisi ini terungkap setelah tim melakukan penelusuran dan peninjauan langsung ke lokasi.

Perjalanan menuju sekolah itu sangat sulit, sekitar empat jam dari Padangsidimpuan dan lima jam dari Padang Bolak Tenggara, melewati jalan sempit serta medan curam.

Kendaraan yang bisa lewat hanya truk roda enam pada jam-jam tertentu, sehingga sulit dijangkau setiap saat.

Berdasarkan hasil pengamatan serta keterangan warga dan murid, dari enam tenaga pengajar serta satu petugas perpustakaan di sekolah itu, terdiri dari dua Pegawai Negeri Sipil dan empat Guru P3K, hanya empat orang yang benar-benar aktif mengajar.

Kedua guru yang dimaksud hampir tidak pernah hadir dan tidak bertempat tinggal di desa setempat. Tugas mereka kerap ditutupi oleh tenaga pengganti. Sekolah ini menampung sekitar 80 orang murid.

Kasus ini sudah sempat terungkap di salah satu media pada 3 September 2025 lalu. Dalam pemberitaan tersebut sudah ada bantahan bahwa keduanya sudah tiga tahun tidak bertugas namun tetap digaji.

Aktivis masyarakat sekaligus tokoh pemuda Tabagsel, Ayub Harahap, menilai hal ini sangat merugikan murid, menyia-nyiakan uang negara, serta termasuk praktik “makan gaji buta” yang berlangsung bertahun-tahun.

Baca Juga :  Serah Terima Jabatan Kapolsek Batang Angkola, Kompol Triharjanto Gantikan oleh AKP Saiful Sam

Ia menuding adanya dugaan perlindungan dari pejabat Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan sebelumnya, yakni mantan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) berinisial SHH dan CGH, yang diduga bekerja sama dengan Kepala Sekolah berinisial LDS.

Khusus untuk SS yang merupakan istri seorang Kepala Desa di Padang Bolak Tenggara, terindikasi adanya dukungan dari kalangan oknum di Pemkab Tapsel agar tetap tercatat seolah selalu hadir mengajar.

Ayub Harahap menegaskan telah mengumpulkan bukti tertulis, kesaksian warga, serta jejak digital yang lengkap. Segera ia akan melaporkan kasus ini ke jalur hukum serta menyampaikannya langsung kepada Bupati Tapsel.

Ia menilai kejadian ini mencederai visi dan misi Bupati untuk membangun serta memajukan daerah, sekaligus mencoreng nama baik dunia pendidikan Tapsel yang baru saja meraih penghargaan tingkat nasional.

Ia pun meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapsel, Efrida Yanti Pakpahan, serta Kabid yang baru, Syarif Hidayatulloh, melakukan peninjauan dan penilaian secara teliti.

Ia juga meminta dicabut rekomendasi kedua guru tersebut untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan calon Kepala Sekolah, agar citra pendidikan di daerah ini tetap terpelihara.

“Kami siap mengungkap seluruh bukti sesuai aturan yang berlaku, agar kasus ini tidak dibiarkan terus berlanjut,” tegas Ayub Harahap. (Tim)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kenal Pamit Kapolres Tapsel, AKBP Anton Santoso Tegaskan Komitmen Tegas, Profesional, dan Humanis Layani Masyarakat
Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso: Tegas, Profesional, dan Humanis Siap Berikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat
Klaim Sudah Memiliki Izin, KPH VI Janji Periksa Dugaan Pembabatan Hutan di Desa Batang Parsuluman
Kasus Anggaran Rp56,7 Miliar Sekwan Tapsel: LIPPSU Minta Proses Adil & Profesional
AMP TABAGSEL Gelar Aksi Jilid III: Serahkan “Bingkisan Cermin & Amplop” Desak Kadis Pendidikan Tapsel Klarifikasi Dugaan Pungli
IPDA Ansor Harahap Kawal Aksi AMP Tabagsel Secara Humanis, Unjuk Rasa di Dinas Pendidikan Tapsel Berlangsung Tertib
Menjaga Nadi Bumi Tantom: Suara Lantang PMII Melawan Tambang Ilegal
Suara Warga Didengar: Dugaan Perselingkuhan di Lingkungan Pendidikan Tapsel Mulai Ditangani
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:17 WIB

Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso: Tegas, Profesional, dan Humanis Siap Berikan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

Kamis, 16 Juli 2026 - 17:24 WIB

Klaim Sudah Memiliki Izin, KPH VI Janji Periksa Dugaan Pembabatan Hutan di Desa Batang Parsuluman

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:32 WIB

Kasus Anggaran Rp56,7 Miliar Sekwan Tapsel: LIPPSU Minta Proses Adil & Profesional

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:11 WIB

AMP TABAGSEL Gelar Aksi Jilid III: Serahkan “Bingkisan Cermin & Amplop” Desak Kadis Pendidikan Tapsel Klarifikasi Dugaan Pungli

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:15 WIB

IPDA Ansor Harahap Kawal Aksi AMP Tabagsel Secara Humanis, Unjuk Rasa di Dinas Pendidikan Tapsel Berlangsung Tertib

Berita Terbaru

Mandailing natal

Forkopimda Madina Sepakat Perpanjang Masa Transisi Sampai Januari 2027

Kamis, 16 Jul 2026 - 20:24 WIB