KompasReal.id, Tapanuli Selatan – Di bawah rindangnya bentang alam Kecamatan Tantom Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), sebuah ancaman nyata tengah mengintai ruang hidup masyarakat.
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kian marak, mengeruk kekayaan bumi secara ilegal tanpa memikirkan warisan masa depan.
Di tengah keresahan warga yang menyaksikan air sungai mereka mulai mengeruh dan lahan bertani yang kian terancam, muncullah suara pemuda yang menolak untuk diam.
Sebagai Ketua Komisariat Jalan Mobil Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Padangsidimpuan – Tapanuli Selatan (PMII PSP – Tapsel), Candra Ananda mengambil langkah berdiri tegak di barisan depan melawan praktik ilegal tersebut.
Baginya, diam di tengah perusakan lingkungan adalah bentuk pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.
Tantom Angkola bukan sekadar peta wilayah yang bisa dikeruk sesuka hati oleh para pemilik modal. Di sana ada aliran sungai yang menghidupi sawah-sawah warga, ada anak-anak yang masa depannya bergantung pada air yang bersih dan tanah yang aman dari bencana.
Aktivitas PETI di Tantom diduga kuat tidak lagi menggunakan cara-cara tradisional berskala kecil, melainkan telah disusupi oleh penggunaan alat berat dan zat kimia berbahaya yang mengancam ekosistem.
Lumpur sisa galian mengancam irigasi pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian Tantom, sementara bayang-bayang bencana banjir bandang dan longsor kian mendekat setiap kali hujan turun.
Melihat realitas yang timpang ini, Candra Ananda bersama Komisariat Jalan Mobil PMII PSP-Tapsel bergerak melakukan investigasi, mengumpulkan fakta di lapangan, dan mendengar langsung jeritan hati masyarakat setempat. Pergerakan ini bukan sekadar retorika di ruang diskusi, melainkan sebuah desakan nyata.
Melalui gerakan ini, komisariat Jalan Mobil PMII PSP-Tapsel melayangkan tuntutan keras kepada aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk segera:
- Menindak tegas dan menutup seluruh titik aktivitas PETI di Kecamatan Tantom Angkola tanpa tebang pilih.
- Menangkap aktor intelektual atau para pemodal di balik layar yang meraup keuntungan di atas kerusakan ruang hidup masyarakat.
- Melakukan pemulihan lingkungan (reklamasi) terhadap lahan-lahan yang telah rusak akibat galian tambang ilegal.
Candra Ananda mengemukakan, perjuangan membebaskan Tantom Angkola dari jerat PETI adalah komitmen jangka panjang. Selagi alat berat masih menderu dan hukum belum ditegakkan dengan adil di atas bumi Tapsel, maka struktur Komisariat Jalan Mobil PMII PSP-Tapsel akan terus mengawal, mengonsolidasikan massa, dan menyuarakan kebenaran demi keselamatan rakyat dan kelestarian alam. (Tim)
Editor : Paruhum












