Mafia BBM Subsidi Berkeliaran, Tambang Emas Ilegal di Pasaman Tetap Berjaya

Redaksi

- Penulis

Selasa, 8 Oktober 2024 - 16:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Gambar : Ilustrasi

i

Keterangan Gambar : Ilustrasi

Pasaman, KompasReal.com – Aktivitas tambang emas ilegal di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, masih terus berlanjut, bahkan diduga dilindungi oleh oknum tertentu. Salah satu bukti kuatnya adalah keberadaan salah satu oknum warga Silang Empat Nagari Cubadak Barat, yang diduga kuat menjadi pemasok BBM subsidi jenis solar untuk kegiatan ilegal mining tersebut.

Setiap hari, ratusan jerigen minyak subsidi jenis solar isi 35 liter, diangkut menggunakan ojek motor dari rumah Sinonok menuju lokasi tambang ilegal di Kecamatan Dua Koto. Minyak tersebut terparkir bebas di teras rumah Sinonok tanpa rasa khawatir sedikitpun terhadap penegakan hukum. Para pekerja pelangsir minyak kemudian mengantar langsung minyak tersebut ke lokasi tambang emas ilegal.

Aktivitas ini sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat, namun pelaku seolah kebal hukum dan dilindungi oleh oknum tertentu. Mafia BBM ini bahkan mengisi dua lokasi tambang emas ilegal, yakni di Batang Kundur Nagari Cubadak Barat dan Sinabuan Nagari Simpang Tonang Utara.

Warga Kecamatan Dua Koto mendesak aparat penegak hukum untuk memberantas tambang emas ilegal tersebut, karena dikhawatirkan akan menimbulkan bencana banjir, longsor, dan merusak Daerah Aliran Sungai setempat.

Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Suharyono, ketika dimintai keterangan lewat pesan singkat WhatsApp pada Senin 7 Oktober 2024, mengatakan akan menyampaikan informasi kepada Kapolresta Pasaman untuk ditindaklanjuti.

“Ok, sy teruskan ke Kapolresnya, Tks infonya,” tulisnya.

Penyalahgunaan minyak subsidi jelas melanggar Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi Nomor 22 tahun 2001, yang mengatur tentang pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp. 60.000.000.000,00 untuk pelaku. Sementara itu, kegiatan tambang emas ilegal juga melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mengatur tentang pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100.000.000.000.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik
Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng
Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”
Waspadai Penipuan Online Berkedok Investasi, Jangan Jadi Korban!
Bule Asing di Bali Viral,
Hakim Tipikor Vonis Berat Terdakwa Korupsi Migas, Negara Rugi Triliunan Rupiah
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:48 WIB

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:02 WIB

Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:58 WIB

Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:26 WIB

Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB