Warga Gang Raya Desak Penegakan Hukum, Minta Perlindungan dari “Bolanda”

Redaksi

- Editor

Jumat, 1 November 2024 - 21:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Warga Gang Raya melakukan aksi demonstrasi di depan Mako Polres Kota Padangsidimpuan, menuntut penegakan hukum dan perlindungan dari seorang residivis yang mereka sebut sebagai

i

Keterangan Foto: Warga Gang Raya melakukan aksi demonstrasi di depan Mako Polres Kota Padangsidimpuan, menuntut penegakan hukum dan perlindungan dari seorang residivis yang mereka sebut sebagai "Bolanda".

Padangsidimpuan, Sumatera Utara, KompasReal.com – Puluhan warga Gang Raya, Kelurahan Batang Ayumi Julu, Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan, mendatangi Mako Polres Kota Padangsidimpuan pada Jumat (01/10/2024) sore. Mereka menuntut penegakan hukum dan perlindungan dari seorang residivis yang mereka sebut sebagai “Bolanda”.

Warga yang datang dengan membawa poster dan spanduk, mengungkapkan kekecewaan mereka atas dugaan ketidakadilan yang mereka alami. Mereka mendesak pihak kepolisian untuk memproses laporan mereka terkait percobaan pencurian dan pencurian yang diduga dilakukan oleh “Bolanda”.

“Kami sudah melayangkan dua laporan terkait percobaan pencurian dan pencurian yang diduga dilakukan oleh ‘Bolanda’, seorang residivis, namun belum berjalan,” ujar Alvi Batubara, salah seorang warga yang hadir dalam aksi tersebut.

Warga juga mengungkapkan rasa takut dan ketidakamanan yang mereka rasakan karena “Bolanda” masih berkeliaran. Mereka meminta pihak kepolisian untuk menjamin keamanan dan melindungi mereka dari ancaman “Bolanda”.

Aksi warga ini muncul sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang saat ini ditahan di Polres dalam kasus penganiayaan yang berawal dari dugaan pencurian.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Wira Prayatna dan Kasat Reskrim AKP Desman Manalu belum memberikan tanggapan atas tuntutan warga tersebut.

 

Baca Juga :  Operasi Pekat Toba 2025: Sukses Penindakan, Namun Upaya Pencegahan Pemerintah Kota Padangsidimpuan Dipertanyakan
Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan
Kejagung Temukan Ribuan Motor Listrik Diduga Hasil Mark Up Tersimpan di Gudang PT YAT
Dugaan Mega Korupsi di BGN, Kejagung Tetapkan Mantan Pimpinan sebagai Tersangka
Dugaan Suap Izin Tinggal WNA, KPK Bongkar Praktik Korupsi di Lingkungan Imigrasi
KPK Cari Wakil Menteri Imigrasi, Silmy Karim Terkait OTT di Imigrasi Jakarta Barat
Polres Padangsidimpuan Ungkap 13 Kasus Narkotika Selama Ops Antik Toba 2026, Amankan 16 Tersangka
BREAKING NEWS! HITUNGAN JAM SETELAH DICOPOT, EKS KEPALA BGN DITANGKAP KEJAGUNG
Operasi Antik Toba 2026, Polres Tapsel Ungkap 14 Kasus Narkoba dan Amankan 14 Tersangka
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:17 WIB

Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:29 WIB

Kejagung Temukan Ribuan Motor Listrik Diduga Hasil Mark Up Tersimpan di Gudang PT YAT

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:57 WIB

Dugaan Mega Korupsi di BGN, Kejagung Tetapkan Mantan Pimpinan sebagai Tersangka

Senin, 8 Juni 2026 - 09:01 WIB

Dugaan Suap Izin Tinggal WNA, KPK Bongkar Praktik Korupsi di Lingkungan Imigrasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:41 WIB

KPK Cari Wakil Menteri Imigrasi, Silmy Karim Terkait OTT di Imigrasi Jakarta Barat

Berita Terbaru