Operasi Pekat Toba 2025: Sukses Penindakan, Namun Upaya Pencegahan Pemerintah Kota Padangsidimpuan Dipertanyakan

Redaksi

- Penulis

Kamis, 15 Mei 2025 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:  Razia gabungan dalam Operasi Pekat Toba 2025 di Padangsidimpuan.

i

Keterangan Foto: Razia gabungan dalam Operasi Pekat Toba 2025 di Padangsidimpuan.

Padangsidimpuan, Sumatera Utara, KompasReal.com – Operasi Pekat Toba 2025 yang digelar Polres Padangsidimpuan pada 14 Mei 2025 lalu berhasil mengamankan sejumlah individu dan barang bukti terkait premanisme dan penyalahgunaan narkoba.

Namun, keberhasilan penindakan ini justru diduga mengungkap kelemahan dalam strategi pencegahan yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Padangsidimpuan.

Meskipun aparat berhasil mengamankan tiga remaja putri yang positif mengonsumsi metamfetamin dan amfetamin, serta sejumlah individu lainnya terkait pelanggaran ketertiban umum, pertanyaan kritis muncul terkait efektivitas program pencegahan yang telah dijalankan pemerintah daerah.

Data mengenai program pencegahan premanisme dan penyalahgunaan narkoba di Kota Padangsidimpuan masih minim dan belum terdokumentasi dengan baik. Ironisnya sejumlah pihak menilai Kota Padangsidimpuan masih dalam situasi “Rawan Narkoba”.

“Keberhasilan operasi ini justru menyoroti kurangnya upaya preventif yang dilakukan pemerintah. Penangkapan tiga remaja putri ini menunjukkan betapa lemahnya program pencegahan narkoba di kalangan anak muda di Padangsidimpuan.” ujar pengamat sosial Sabar M. Sitompul kepada Awak Media.

Lanjutnya, fokus operasi yang terpusat pada beberapa tempat hiburan malam juga menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah ini secara komprehensif.

” Apakah data dan pemetaan sebaran premanisme dan penyalahgunaan narkoba di Kota Padangsidimpuan sudah komprehensif? Apakah upaya pencegahan telah menjangkau semua lapisan masyarakat, atau hanya terfokus pada sektor tertentu?” tanya pria berlesung pipi ini dengan heran.

Lebih lanjut, penyerahan 18 orang kepada Satpol PP menimbulkan pertanyaan mengenai koordinasi antar lembaga. Apakah terdapat SOP yang jelas dalam penanganan kasus antara kepolisian, BNN, dan Satpol PP? Apakah terdapat mekanisme evaluasi dan peningkatan koordinasi antar lembaga untuk memastikan perlindungan hak-hak individu?

” Ketiadaan data yang transparan mengenai anggaran yang dialokasikan untuk program pencegahan, serta minimnya informasi mengenai partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan, menjadikan kinerja Pemerintah Kota Padangsidimpuan dalam hal ini patut dipertanyakan.” pungkasnya

Baca Juga :  Germas di Padangsidimpuan: Ribuan Warga Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis Bersama Sihar Sitorus

Keberhasilan operasi penindakan semata tidak cukup untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas premanisme dan penyalahgunaan narkoba.

Menurut Sabar Sitompul, upaya pencegahan yang komprehensif dan berkelanjutan, serta transparansi dalam penggunaan anggaran dan koordinasi antar lembaga, merupakan kunci keberhasilan jangka panjang dalam mengatasi masalah ini.

” Pemerintah Kota Padangsidimpuan perlu memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai strategi pencegahan yang telah dan akan dijalankan untuk meyakinkan publik.” tutup Sabar M. Sitompul.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik
Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng
Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”
Waspadai Penipuan Online Berkedok Investasi, Jangan Jadi Korban!
Bule Asing di Bali Viral,
Hakim Tipikor Vonis Berat Terdakwa Korupsi Migas, Negara Rugi Triliunan Rupiah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:48 WIB

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:02 WIB

Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:58 WIB

Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:26 WIB

Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB