Ziarah Kubur: Mengenang Orang Tua dengan Adab yang Benar

Redaksi

- Penulis

Minggu, 19 Oktober 2025 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Padangsidimpuan – Menjelang momen-momen penting seperti Idul Fitri, tradisi ziarah kubur menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat Indonesia, khususnya di Sumatera Utara. Ziarah kubur, atau mengunjungi makam, adalah cara umat Muslim untuk mengenang dan mendoakan sanak saudara yang telah berpulang, terutama orang tua. Namun, penting bagi setiap peziarah untuk memperhatikan adab atau etika yang sesuai dengan ajaran Islam.

Ustadz Ahmad Fauzi, seorang tokoh agama di Medan, menjelaskan pentingnya menjaga niat yang ikhlas dalam berziarah. “Ziarah kubur hendaknya diniatkan semata-mata karena Allah SWT, untuk mendoakan orang tua dan mengingat kematian. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk merenungkan kehidupan dan mempersiapkan diri untuk akhirat,” ujarnya.

Selain niat, Ustadz Ahmad juga menekankan pentingnya berpakaian sopan dan menutup aurat saat berada di area pemakaman. Mengucapkan salam kepada ahli kubur, tidak menginjak kuburan, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak bermanfaat juga merupakan bagian dari adab yang perlu diperhatikan.

Membaca Al-Qur’an, seperti Surat Yasin, Al-Fatihah, dan Al-Ikhlas, serta berdoa untuk ampunan dan rahmat bagi orang tua adalah amalan yang sangat dianjurkan. “Dengan membaca Al-Qur’an dan berdoa, kita berharap Allah SWT mengampuni dosa-dosa orang tua kita dan menempatkan mereka di tempat yang mulia di sisi-Nya,” tambah Ustadz Ahmad.

Dalam konteks budaya lokal Sumatera Utara, membersihkan kuburan dan menabur bunga seringkali menjadi bagian dari tradisi ziarah. Namun, Ustadz Ahmad mengingatkan untuk menghindari perbuatan-perbuatan yang dapat menjurus kepada kemusyrikan atau bid’ah, seperti membawa sesajen atau meminta-minta kepada ahli kubur.

Ziarah kubur juga menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antar keluarga. Berkumpul, saling mendoakan, dan berbagi cerita tentang almarhum/almarhumah dapat memperkuat ikatan kekeluargaan.

Baca Juga :  Makna Mendalam Arsitektur Monas yang Dihiasi 'Lidah Api' Berlapis Emas

Dengan memperhatikan adab-adab yang benar, ziarah kubur diharapkan dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang tua yang telah meninggal dunia, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. (KR/cc)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perahu Kecil, Harimau Besar, dan Keberanian Seorang Dokter di Tengah Sungai
Keluarga Sehat Bukan Hanya Soal Makanan: Studi Buktikan Aktivitas Outdoor 2 Jam Seminggu Kunci Hubungan Harmonis”
Potensi Herbal dalam Pendekatan Komplementer Pengobatan Tumor Payudara
Ketika Alam Ikut Bergoyang Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
Dari Juara Bumi ke Darurat Kemanusiaan: Sumatera, Lingkungan, dan Hilangnya Keteladanan
Ketika Lapar Menjadi Terapi: Rahasia Perbaikan Tubuh dari Dalam Sel
Hari HAM Sedunia: 400 Warga Menggantung Tanpa Kepastian Hukum
Ketika Alam Membalas: Bencana Sumatera dan Luka yang Tidak Lagi Bisa Ditutup
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 19:26 WIB

Perahu Kecil, Harimau Besar, dan Keberanian Seorang Dokter di Tengah Sungai

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:32 WIB

Keluarga Sehat Bukan Hanya Soal Makanan: Studi Buktikan Aktivitas Outdoor 2 Jam Seminggu Kunci Hubungan Harmonis”

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:07 WIB

Potensi Herbal dalam Pendekatan Komplementer Pengobatan Tumor Payudara

Sabtu, 3 Januari 2026 - 21:37 WIB

Ketika Alam Ikut Bergoyang Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:27 WIB

Dari Juara Bumi ke Darurat Kemanusiaan: Sumatera, Lingkungan, dan Hilangnya Keteladanan

Berita Terbaru