Diduga Menuju Lokasi Tambang Ilegal di Hilir Batang Gadis, Alat Berat dari Mosa Tapsel Kembali Viral dan Tuai Sorotan Publik

KompasReal.id

- Editor

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, TAPANULI SELATAN – Arus masuk alat berat jenis ekskavator atau beko yang diduga berasal dari wilayah Mosa, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan menuju kawasan Hilir Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali menjadi sorotan masyarakat. Aktivitas tersebut disebut-sebut terus berlangsung tanpa adanya pengawasan yang ketat dari pihak terkait.

Sejumlah warga menduga alat berat yang melintas tersebut akan digunakan untuk melakukan pengerokan di area yang diduga menjadi lokasi pertambangan tanpa izin (PETI). Kegiatan tambang liar di kawasan Hilir Batang Gadis selama ini telah menjadi perhatian masyarakat, aktivis lingkungan, serta berbagai pihak yang menilai aktivitas tersebut berpotensi merusak lingkungan dan ekosistem sungai.

Seorang warga Mosa yang enggan disebutkan namanya mengaku telah merekam momen saat alat berat tersebut melintas menuju arah Kabupaten Mandailing Natal. Rekaman video itu kemudian beredar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Dalam video tersebut, warga meminta aparat penegak hukum segera melakukan pengecekan dan penindakan terhadap aktivitas yang diduga berkaitan dengan pertambangan ilegal.

Informasi serupa juga disampaikan oleh sejumlah warga di wilayah Tano Tombangan, Kabupaten Tapanuli Selatan. Mereka mengaku melihat alat berat melintas melalui jalur daerah mereka menuju perbatasan Madina. Warga berharap instansi terkait dapat melakukan pengawasan lebih intensif guna memastikan penggunaan alat berat tersebut tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat dan pemerhati lingkungan mendesak aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait untuk segera menelusuri kebenaran informasi yang beredar. Mereka meminta adanya langkah tegas terhadap segala bentuk aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan secara transparan demi menjaga kelestarian kawasan Hilir Batang Gadis dan sekitarnya.

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
Kapolres Tapsel Turun ke Polsek Saipar Dolok Hole, Tekankan Pelayanan Humanis
Polres Tapsel Ungkap Peredaran Sabu di Sipirok, Sita Barang Bukti 10 Gram dari Rumah Pelaku
Polisi Ungkap Dugaan Jaringan Sabu di Tapsel, Dua Pria Diamankan dari Dua Lokasi
Viral Isu ‘Beking’ Perambahan Hutan, Polres Tapsel: Itu Tidak Benar
HUT Kejaksaan ke-81, Polres Tapsel Beri Kejutan Manis untuk Kejari Tapsel
Bupati Gus Irawan Pasaribu Ikuti Rakor DBH Pajak, Tapsel Dapat Pagu PBBKB 2026 Rp11,174 Miliar
Ketua Tim Pembina Posyandu Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Sosialisasikan Transformasi Posyandu 6 SPM
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 18:29 WIB

Kapolres Tapsel Turun ke Polsek Saipar Dolok Hole, Tekankan Pelayanan Humanis

Senin, 7 September 2026 - 15:08 WIB

Polres Tapsel Ungkap Peredaran Sabu di Sipirok, Sita Barang Bukti 10 Gram dari Rumah Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 12:31 WIB

Polisi Ungkap Dugaan Jaringan Sabu di Tapsel, Dua Pria Diamankan dari Dua Lokasi

Jumat, 4 September 2026 - 12:08 WIB

Viral Isu ‘Beking’ Perambahan Hutan, Polres Tapsel: Itu Tidak Benar

Berita Terbaru