KompasReal.com,Jembatan Bailey yang menghubungkan wilayah Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan melalui Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, resmi dapat dimanfaatkan masyarakat sejak Sabtu (12/12). Jembatan darurat ini dibangun oleh personel TNI dari Yon Zipur sebagai respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur akibat banjir bandang.
Jembatan tersebut dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, untuk sementara akses kendaraan roda empat dari arah Tapanuli Tengah menuju Desa Garoga hanya dapat mencapai titik sungai buatan akibat dampak banjir. Warga masih harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki saat melintasi area terdampak menuju Batang Toru.
Pada Minggu (14/12), aktivitas warga di jembatan Bailey tampak cukup ramai. Sebagian besar masyarakat yang melintas merupakan korban banjir bandang yang memindahkan barang-barang mereka ke desa tetangga guna mencari tempat yang lebih aman.
Pembangunan jembatan Bailey ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana di wilayah Batang Toru dan sekitarnya. Keberadaan jembatan diharapkan dapat mempermudah mobilitas harian warga sekaligus mendukung distribusi bantuan dan aktivitas pemulihan lainnya.
Berdasarkan pantauan BNPB pada Minggu (14/12), selain warga setempat, terlihat pula rombongan dari luar daerah yang mendekati lokasi terdampak. BNPB mengimbau masyarakat agar tidak mendekati area bencana dan tidak menjadikannya sebagai tujuan wisata, mengingat potensi hujan ringan hingga sedang masih terjadi dalam beberapa hari ke depan serta risiko kenaikan debit air sungai secara tiba-tiba.KR03













