Kapolda Sumbar Pastikan Penyelidikan Kematian Jpr Teliti, Hasil Otopsi Jadi Kunci

Redaksi

- Editor

Sabtu, 31 Agustus 2024 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono,

i

Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono,

Padang, Kompasreal.com – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Sumbar) memastikan penyelidikan terkait kematian Jpr (65) di Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, dilakukan secara teliti. Hasil otopsi yang akan segera keluar menjadi kunci untuk menentukan penyebab kematian Jpr, apakah murni kecelakaan atau ada dugaan tindak pidana.

Hal ini disampaikan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompasreal.com, Sabtu (31/8/2024). “Hasil pengecekan kami melalui Dir Krim Um, Kapolres Payakumbuh dan Kasat Reskrimnya, tadi malam sudah melaporkan bahwa hari Senin (Penyidik bersama Keluarga almarhum akan menerima penjelasan dari dr Forensik Bukittinggi),” ujar Kapolda.

Berdasarkan keterangan awal dari penyidik, Jpr ditemukan meninggal dunia di sungai setelah diduga terbawa arus deras. Hal ini terjadi meskipun warga sekitar telah memperingatkan bahaya menyeberangi sungai. Sepeda motor Jpr ditemukan di seberang sungai, mengindikasikan upaya penyeberangan.

“Penemuan mayat diduga terbawa arus sungai deras. Yang sebelumnya masyarakat setempat mengingatkan agar jangan menyeberang,” jelas Kapolda.

Jenazah Jpr ditemukan dalam kondisi luka akibat benturan batu dan arus sungai yang kuat. Jenazah tersebut juga telah dibawa jauh, melewati dua air terjun sebelum dimakamkan.

“Setelah sehari semalam, jenazah ditemukan dengan jarak tertentu dan melewati 2 air terjun setinggi 7 meter dan 3 meter, dengan luka-luka akibat benturan batu sungai dan arus deras, langsung diurus keluarganya lanjut dimakamkan,” terang Kapolda.

Keluarga Jpr awalnya menolak otopsi, menerima kematian Jpr sebagai akibat dari arus sungai. Namun, dua minggu kemudian, putri Jpr yang tinggal di Pekanbaru meminta ekshumasi dan otopsi.

“Keluarga (anak-anaknya MENOLAK UTK JENAZAH DI OTOPSI), dan sudah mengikhlaskan atas kematiannya,” kata Kapolda.

“Setelah 14 kemudian (2 minggu), anak perempuan almarhum yang tinggal di Pekanbaru, mendatangi Polsek meminta agar jenazah ayahnya (di Otopsi),” sambungnya.

Baca Juga :  Tujuh Partai Pendukung dan Ribuan Massa Antar Pasangan Mara Ondak - Desrizal ke KPU Pasaman

Polisi pun akhirnya menyetujui permintaan keluarga dan melakukan ekshumasi. Otopsi dilakukan oleh seorang dokter forensik dari Bukittinggi. Hasil otopsi akan disampaikan kepada keluarga oleh dokter forensik dan penyidik Polres Pasaman.

“Penyidik (Kasat Reserse), sudah menjelaskan kronologis dan juga dugaan penyebab kematian almarhum, yaitu terbawa arus sungai yang deras. Tetapi tetap memaksakan untuk Otopsi (Ekshumasi),” ungkap Kapolda.

“Akhirnya penyidik mengikuti permintaan itu dan dilaksanakan ekshumasi oleh dr ahli forensik (dr. sipil), dari Bukittinggi,” tambahnya.

“Hasilnya akan disampaikan ke pemohon oleh dr. AHLI FORENSIK di Bukittinggi didampingi Penyidik Res.Pasaman,” tutup Kapolda.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Terakhir BRI KKB Expo, BRI Finance Ajak Masyarakat Lampung Manfaatkan Promo Pembiayaan Kendaraan
Mengapa IDBW 2026 di JICC Jadi Investasi Bisnis Paling Strategis Tahun Ini
Cara Menghitung Kemampuan Membayar Cicilan
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.165
Dokter Muda Ditemukan Meninggal Dunia di Samping RSUD Tengku Rafian Siak, Polisi Selidiki Penyebabnya
Pasar Kripto Masih Stagnan, Data Bittime Ungkap Minat Investor terhadap Tokenisasi Saham AI Terus Meningkat
ZTE dan MoraRepublic Tandatangani Nota Kesepahaman Strategis untuk Memperluas Layanan FWA dan FTTH di Indonesia
Tahukah Kamu? Hati Bekerja Tanpa Henti Menjaga Tubuh, Tapi Saat Bermasalah, Gejalanya Sering Tidak Disadari
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:20 WIB

Hari Terakhir BRI KKB Expo, BRI Finance Ajak Masyarakat Lampung Manfaatkan Promo Pembiayaan Kendaraan

Jumat, 17 Juli 2026 - 02:02 WIB

Mengapa IDBW 2026 di JICC Jadi Investasi Bisnis Paling Strategis Tahun Ini

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:47 WIB

Cara Menghitung Kemampuan Membayar Cicilan

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:20 WIB

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.165

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:57 WIB

Dokter Muda Ditemukan Meninggal Dunia di Samping RSUD Tengku Rafian Siak, Polisi Selidiki Penyebabnya

Berita Terbaru

Sumatera Barat

Sabtu, 18 Jul 2026 - 18:39 WIB