KompasReal.idPasaman, Kompasreal.com – Taman Wisata Alam (TWA) Rimbo Panti yang selama ini dikenal sebagai salah satu kebanggaan sektor pariwisata Kabupaten Pasaman kembali menjadi perhatian publik. Hasil pantauan lapangan menunjukkan masih adanya sampah yang berserakan di sejumlah titik kawasan wisata serta beberapa fasilitas umum yang terlihat kurang terawat.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai pengelolaan dan pemeliharaan kawasan wisata yang menjadi salah satu destinasi unggulan daerah. Di tengah upaya pengembangan sektor pariwisata, kebersihan lingkungan dan kelayakan fasilitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus citra daerah di mata wisatawan.
Berdasarkan hasil pantauan Kompas real.com, sampah masih terlihat di beberapa area yang kerap dilalui pengunjung. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung wisata, termasuk sarana umum yang tersedia di kawasan tersebut, tampak memerlukan perhatian dan pemeliharaan lebih lanjut agar dapat berfungsi secara optimal.
Sebagai kawasan wisata alam yang memiliki nilai konservasi tinggi, TWA Rimbo Panti tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga menjadi wajah pariwisata Kabupaten Pasaman. Karena itu, kondisi kebersihan dan pemeliharaan kawasan menjadi aspek yang tidak bisa dipisahkan dari upaya meningkatkan daya tarik wisata daerah.
Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Parporabud) Kabupaten Pasaman menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan masyarakat dan media.
“Terima kasih atas saran dan masukannya. Terkait TWA Rimbo Panti, baik permasalahan sampah maupun pengelolaan pengembangan pariwisata, akan dikoordinasikan dengan pimpinan dan pihak terkait seperti BKSDA, OPD Lingkungan Hidup dan instansi terkait lainnya,” ujarnya kepada Kompasreal.com.
Ia juga menjelaskan bahwa dirinya baru sekitar empat bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Parporabud Kabupaten Pasaman setelah sebelumnya bertugas sebagai Sekretaris Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pasaman.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya komitmen awal untuk membangun koordinasi lintas instansi dalam menangani berbagai persoalan yang ditemukan di kawasan wisata tersebut. Mengingat TWA Rimbo Panti berada dalam kawasan konservasi, pengelolaannya memang melibatkan sejumlah pihak yang memiliki kewenangan berbeda.
Meski demikian, jawaban yang disampaikan masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang menjadi perhatian masyarakat. Hingga kini belum terdapat penjelasan rinci mengenai program pemeliharaan rutin, sistem pengelolaan kebersihan, kondisi fasilitas yang memerlukan perbaikan, maupun langkah konkret yang akan dilakukan dalam waktu dekat.
Sejumlah pengunjung yang ditemui di lokasi berharap kondisi kawasan wisata dapat segera dibenahi. Menurut mereka, kebersihan lingkungan dan kelayakan fasilitas merupakan faktor penting yang memengaruhi kenyamanan selama berwisata.
Selain berdampak terhadap kenyamanan pengunjung, kondisi kawasan wisata yang kurang terawat juga berpotensi memengaruhi citra destinasi di mata wisatawan. Padahal, TWA Rimbo Panti selama ini dikenal sebagai salah satu objek wisata alam yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.
Masyarakat berharap koordinasi yang disampaikan oleh Dinas Parporabud tidak berhenti pada tahap wacana semata, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk langkah nyata di lapangan. Penanganan sampah, peningkatan pengawasan kawasan, perbaikan fasilitas umum, serta pemeliharaan sarana pendukung wisata menjadi beberapa hal yang dinilai mendesak untuk dilakukan.
Dengan potensi alam yang dimiliki, TWA Rimbo Panti sejatinya dapat menjadi destinasi wisata yang lebih bersih, nyaman, dan berdaya saing. Namun, upaya tersebut membutuhkan perhatian serius, komitmen bersama, serta sinergi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Publik kini menanti langkah konkret dan hasil nyata dari koordinasi yang akan dilakukan, sehingga kawasan wisata kebanggaan masyarakat Pasaman tersebut dapat kembali tampil sebagai destinasi yang layak dibanggakan dan nyaman dikunjungi.
(EDRIADI lubis)
Penulis : Kr03
Editor : Emas












