Kawasan Wisata Kebanggaan Pasaman Dihantui Masalah Kebersihan dan Pemeliharaan, Publik Menanti Pembenahan

Redaksi

- Editor

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.idPasaman, Kompasreal.com – Taman Wisata Alam (TWA) Rimbo Panti yang selama ini dikenal sebagai salah satu kebanggaan sektor pariwisata Kabupaten Pasaman kembali menjadi perhatian publik. Hasil pantauan lapangan menunjukkan masih adanya sampah yang berserakan di sejumlah titik kawasan wisata serta beberapa fasilitas umum yang terlihat kurang terawat.

 

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai pengelolaan dan pemeliharaan kawasan wisata yang menjadi salah satu destinasi unggulan daerah. Di tengah upaya pengembangan sektor pariwisata, kebersihan lingkungan dan kelayakan fasilitas dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus citra daerah di mata wisatawan.

 

Berdasarkan hasil pantauan Kompas real.com, sampah masih terlihat di beberapa area yang kerap dilalui pengunjung. Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung wisata, termasuk sarana umum yang tersedia di kawasan tersebut, tampak memerlukan perhatian dan pemeliharaan lebih lanjut agar dapat berfungsi secara optimal.

 

Sebagai kawasan wisata alam yang memiliki nilai konservasi tinggi, TWA Rimbo Panti tidak hanya menjadi destinasi rekreasi, tetapi juga menjadi wajah pariwisata Kabupaten Pasaman. Karena itu, kondisi kebersihan dan pemeliharaan kawasan menjadi aspek yang tidak bisa dipisahkan dari upaya meningkatkan daya tarik wisata daerah.

 

Menanggapi temuan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan (Parporabud) Kabupaten Pasaman menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan masyarakat dan media.

 

“Terima kasih atas saran dan masukannya. Terkait TWA Rimbo Panti, baik permasalahan sampah maupun pengelolaan pengembangan pariwisata, akan dikoordinasikan dengan pimpinan dan pihak terkait seperti BKSDA, OPD Lingkungan Hidup dan instansi terkait lainnya,” ujarnya kepada Kompasreal.com.

 

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya baru sekitar empat bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Parporabud Kabupaten Pasaman setelah sebelumnya bertugas sebagai Sekretaris Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pasaman.

Baca Juga :  Pengukuhan BUMNag Panti Saiyo Menuai Sorotan, Legalitas dan Tanggung Jawab Hukum Dipertanyakan

 

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya komitmen awal untuk membangun koordinasi lintas instansi dalam menangani berbagai persoalan yang ditemukan di kawasan wisata tersebut. Mengingat TWA Rimbo Panti berada dalam kawasan konservasi, pengelolaannya memang melibatkan sejumlah pihak yang memiliki kewenangan berbeda.

 

Meski demikian, jawaban yang disampaikan masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang menjadi perhatian masyarakat. Hingga kini belum terdapat penjelasan rinci mengenai program pemeliharaan rutin, sistem pengelolaan kebersihan, kondisi fasilitas yang memerlukan perbaikan, maupun langkah konkret yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

 

Sejumlah pengunjung yang ditemui di lokasi berharap kondisi kawasan wisata dapat segera dibenahi. Menurut mereka, kebersihan lingkungan dan kelayakan fasilitas merupakan faktor penting yang memengaruhi kenyamanan selama berwisata.

 

Selain berdampak terhadap kenyamanan pengunjung, kondisi kawasan wisata yang kurang terawat juga berpotensi memengaruhi citra destinasi di mata wisatawan. Padahal, TWA Rimbo Panti selama ini dikenal sebagai salah satu objek wisata alam yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat sekitar.

 

Masyarakat berharap koordinasi yang disampaikan oleh Dinas Parporabud tidak berhenti pada tahap wacana semata, tetapi dapat diwujudkan dalam bentuk langkah nyata di lapangan. Penanganan sampah, peningkatan pengawasan kawasan, perbaikan fasilitas umum, serta pemeliharaan sarana pendukung wisata menjadi beberapa hal yang dinilai mendesak untuk dilakukan.

 

Dengan potensi alam yang dimiliki, TWA Rimbo Panti sejatinya dapat menjadi destinasi wisata yang lebih bersih, nyaman, dan berdaya saing. Namun, upaya tersebut membutuhkan perhatian serius, komitmen bersama, serta sinergi antara pemerintah daerah, pengelola kawasan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

 

Publik kini menanti langkah konkret dan hasil nyata dari koordinasi yang akan dilakukan, sehingga kawasan wisata kebanggaan masyarakat Pasaman tersebut dapat kembali tampil sebagai destinasi yang layak dibanggakan dan nyaman dikunjungi.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran Picu Kemacetan di Sejumlah Kawasan Wisata Sumbar

 

(EDRIADI lubis)

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembongkaran Paksa Rumah di Pasaman Picu Keresahan, Tanpa Izin dan Musyawarah
Festival Minangkabau 2026 Resmi Dibuka, Budaya Sumbar Jadi Magnet Wisata Nasional
Bari Hardiman dan Perpi Mariani Resmi Menikah, Pesta Adat Mandailing Meriah di Simpang Tonang Induk
WALHI Laporkan Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal Sumbar ke Mabes Polri dan Komnas HAM
APBD Pasaman Tersandung di Pos Perjalanan Dinas, Audit BPK Ungkap Kelebihan Bayar Rp243 Juta
PACAH Talau Juara 1 Turnamen Sepak Bola Pagaran Cubadak, Sukses Taklukkan Parengerenge di Final Dramatis
Penyiapan Lahan Selesai, Inisiatif MDA Bawa Wajah Baru Lanai Hilir
Sudah Dibayar Lunas, Proyek Puskesmas Bonjol Pasaman Masih Sisakan Temuan Kekurangan Volume
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:19 WIB

Pembongkaran Paksa Rumah di Pasaman Picu Keresahan, Tanpa Izin dan Musyawarah

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:48 WIB

Festival Minangkabau 2026 Resmi Dibuka, Budaya Sumbar Jadi Magnet Wisata Nasional

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:17 WIB

Bari Hardiman dan Perpi Mariani Resmi Menikah, Pesta Adat Mandailing Meriah di Simpang Tonang Induk

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:47 WIB

WALHI Laporkan Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal Sumbar ke Mabes Polri dan Komnas HAM

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:25 WIB

APBD Pasaman Tersandung di Pos Perjalanan Dinas, Audit BPK Ungkap Kelebihan Bayar Rp243 Juta

Berita Terbaru