KompasReal.com, Bencana banjir dan longsor akhir 2025 masih tinggalkan luka mendalam di Sumatera Utara, dengan kerugian ekonomi total mencapai Rp17,4 triliun hingga Januari 2026.
Data dari pemerintah menunjukkan sawah terdampak luas, mengancam swasembada pangan nasional dan pendapatan petani lokal di wilayah seperti Pematangsiantar dan sekitarnya.
Petani di Deli Serdang dan Tapsel melaporkan gagal panen massal, sementara pemulihan lambat karena akses jalan rusak dan material kayu hanyutan.
Kementerian Pertanian dan Pemprov Sumut berjanji dampingi petani dengan bibit dan alat, tapi warga menuntut percepatan agar bisa tanam kembali sebelum musim hujan baru.
Gubernur Bobby Nasution menekankan iklim investasi tetap kondusif meski bencana, dengan harapan investor bantu rekonstruksi ekonomi daerah.
Alinea 6: Warga Sumut diimbau tetap waspada, sementara pemerintah targetkan pemulihan penuh dalam 6-12 bulan kedepan,KR03













