Meski Kaya Vitamin C, Ada 6 Kelompok Orang yang Dilarang Makan Nanas

Redaksi

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 03:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.comTak heran, nanas sering menjadi pilihan sehat bagi banyak orang.
Meski kaya vitamin C, tidak semua orang dianjurkan makan nanas.

Nanas terkenal dengan rasa manisnya yang segar dan kandungan kalori yang rendah. Ternyata ada kelompok orang yang sebaiknya menghindari buah tropis ini.

“Nanas mengandung vitamin C dan mangan dalam jumlah tinggi,” ujar ahli gizi Laura Flores, mengutip Live Science.

Selain enak, konsumsi buah nanas juga jadi cara terbaik untuk mendapatkan serat dan enzim bromelain.

Nanas memang kaya akan serat dan enzim bromelain yang membantu proses pencernaan. Kadar tiamin dan vitamin B-nya pun tinggi. Keduanya berperan dalam memproduksi energi.

Berikut ini kandungan nutrisi pada 165 gram (g) nanas:

• 74 kalori,
• 2 miligram (mg) natrium
• 206 mg kalium
• 19,5 g karbohidrat
• 13,7 g gula

Dengan berbagai nutrisi penting di dalamnya, nanas dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membangun tulang yang kuat, dan membantu pencernaan tetap sehat.

Kelompok orang yang tidak boleh makan nanas

Meski kandungan nutrisinya tinggi, tapi tidak semua orang dianjurkan makan nanas. Apalagi bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Makan nanas dalam porsi kecil setiap hari mungkin tidak berbahaya bagi kebanyakan orang. Namun untuk beberapa kelompok ini, nanas bisa membawa risiko tertentu.

Merangkum berbagai sumber, ini dia kelompok orang yang pantang makan nanas. Simak, siapa tahu kamu termasuk di dalamnya:

1. Orang dengan diabetes

Nanas mengandung karbohidrat dan gula alami yang cukup tinggi. Bagi penderita diabetes, konsumsi nanas harus diperhatikan agar kadar gula darah tetap terkontrol.

Makan nanas dalam jumlah besar dapat menyebabkan lonjakan gula darah yang berbahaya bagi penderita diabetes.

Baca Juga :  ​7 Kebiasaan Pagi Sederhana untuk Bantu Turunkan Berat Badan Secara Alami

2. Orang dengan masalah pencernaan

Bagi yang memiliki masalah pencernaan, terutama sensitif terhadap asam lambung, makan nanas bisa memperparah kondisi ini.

Kandungan asam organik dan enzim bromelain pada nanas dapat meningkatkan peradangan pada mukosa lambung. Hal ini tentu menyebabkan ketidaknyamanan pada perut.

3. Orang yang sedang mengonsumsi obat

Enzim bromelain dalam nanas dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat, seperti antibiotik, antikoagulan (pengencer darah), antidepresan, dan obat penenang.

Interaksi ini bisa menyebabkan efek samping serius. Bagi orang yang sedang menjalani pengobatan, disarankan membatasi konsumsi nanas dan berkonsultasi dengan dokter lebih jauh tentang apa yang boleh dimakan.

4. Orang dengan alergi

Beberapa orang mengalami reaksi alergi setelah makan nanas, seperti ruam kulit, gatal-gatal, hingga kesulitan bernapas.

Jika Anda merasakan kesemutan di tenggorokan atau pembengkakan pada bibir setelah makan nanas, ini bisa jadi gejala alergi terhadap nanas. Selain itu, nanas dapat memicu alergi lateks pada sebagian orang.

5. Perempuan yang sedang menstruasi

Perempuan yang sedang mengalami menstruasi disarankan tidak makan nanas berlebihan. Pasalnya, buah ini dapat memicu perdarahan menstruasi yang lebih banyak.

6. Orang dengan tekanan darah tinggi

Menurut Domestic Fits, makan nanas secara berlebihan, dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang berisiko bagi penderita tekanan darah tinggi. Gejala seperti sakit kepala, sering haus, dan sering buang air kecil, bisa menjadi tanda gula darah sudah terlalu tinggi.

Makan nanas memang memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Namun tidak semua orang bisa menikmatinya tanpa risiko.

Jika Anda termasuk dalam salah satu dari enam kelompok di atas, sebaiknya batasi atau hindari makan nanas agar tidak menimbulkan masalah kesehatan. (KR/CNN)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perahu Kecil, Harimau Besar, dan Keberanian Seorang Dokter di Tengah Sungai
Keluarga Sehat Bukan Hanya Soal Makanan: Studi Buktikan Aktivitas Outdoor 2 Jam Seminggu Kunci Hubungan Harmonis”
Potensi Herbal dalam Pendekatan Komplementer Pengobatan Tumor Payudara
Ketika Alam Ikut Bergoyang Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI
Dari Juara Bumi ke Darurat Kemanusiaan: Sumatera, Lingkungan, dan Hilangnya Keteladanan
Ketika Lapar Menjadi Terapi: Rahasia Perbaikan Tubuh dari Dalam Sel
Hari HAM Sedunia: 400 Warga Menggantung Tanpa Kepastian Hukum
Ketika Alam Membalas: Bencana Sumatera dan Luka yang Tidak Lagi Bisa Ditutup
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 19:26 WIB

Perahu Kecil, Harimau Besar, dan Keberanian Seorang Dokter di Tengah Sungai

Sabtu, 17 Januari 2026 - 19:32 WIB

Keluarga Sehat Bukan Hanya Soal Makanan: Studi Buktikan Aktivitas Outdoor 2 Jam Seminggu Kunci Hubungan Harmonis”

Jumat, 16 Januari 2026 - 21:07 WIB

Potensi Herbal dalam Pendekatan Komplementer Pengobatan Tumor Payudara

Sabtu, 3 Januari 2026 - 21:37 WIB

Ketika Alam Ikut Bergoyang Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

Minggu, 28 Desember 2025 - 16:27 WIB

Dari Juara Bumi ke Darurat Kemanusiaan: Sumatera, Lingkungan, dan Hilangnya Keteladanan

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB