Potongan Gaji Linmas Pilkada Pasaman: KPU Klaim Beres, Petugas Mengaku Belum Terima

Redaksi

- Editor

Jumat, 29 November 2024 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: ilustrasi.

i

Keterangan Foto: ilustrasi.

Pasaman, KompasReal.com – Dugaan pemotongan intensif petugas Linmas dalam Pilkada Pasaman 2024 menimbulkan polemik. Petugas Linmas di Nagari Simpang Tonang Utara mengaku hanya menerima Rp550.000 dari seharusnya Rp650.000. Selisih Rp100.000, menurut mereka, dipotong tanpa penjelasan yang memadai.

“Yang kami terima Rp550.000. Rp100.000-nya katanya untuk partisipasi kami,” ungkap seorang petugas Linmas.

Ketua KPU Pasaman, Taufiq, membantah adanya pemotongan. Ia menyatakan permasalahan tersebut sudah diselesaikan dan kekurangan pembayaran telah dikembalikan.

“Sudah diselesaikan, sudah dikembalikan,” ujarnya. Pernyataan ini bertolak belakang dengan pengakuan petugas Linmas yang menyatakan belum menerima kekurangan pembayaran. Taufiq menambahkan KPU akan menempuh jalur hukum jika ada permasalahan yang belum terselesaikan.

Imbauan KPU RI pada 30 Januari 2024 yang melarang pemotongan hak petugas pemilu, termasuk Linmas, semakin memperkuat desakan agar kasus ini diselidiki. Anggota KPU RI, Parsadaan Harahap, menekankan pemotongan tersebut dapat merusak integritas pemilu.

“KPU memperingatkan keras jajaran untuk tidak pernah melakukan pemotongan hak-hak petugas, seperti uang transportasi dan lainnya,” tegas Parsadaan Harahap.

Ketua LSM P2NAPAS, Ahmad Husein, menilai dugaan pemotongan intensif tersebut tidak adil dan transparansi penggunaan anggaran KPU Pasaman perlu dipertanyakan.

“Tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat kecil, dan transparansi penggunaan anggaran KPU Kabupaten Pasaman perlu dipertanyakan,” ujarnya.

Kepercayaan publik terhadap pelaksanaan pemilu yang adil dan bersih sangat bergantung pada transparansi dan akuntabilitas penyelenggara pemilu.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan
Kejagung Temukan Ribuan Motor Listrik Diduga Hasil Mark Up Tersimpan di Gudang PT YAT
Dugaan Mega Korupsi di BGN, Kejagung Tetapkan Mantan Pimpinan sebagai Tersangka
Dugaan Suap Izin Tinggal WNA, KPK Bongkar Praktik Korupsi di Lingkungan Imigrasi
KPK Cari Wakil Menteri Imigrasi, Silmy Karim Terkait OTT di Imigrasi Jakarta Barat
Polres Padangsidimpuan Ungkap 13 Kasus Narkotika Selama Ops Antik Toba 2026, Amankan 16 Tersangka
BREAKING NEWS! HITUNGAN JAM SETELAH DICOPOT, EKS KEPALA BGN DITANGKAP KEJAGUNG
Operasi Antik Toba 2026, Polres Tapsel Ungkap 14 Kasus Narkoba dan Amankan 14 Tersangka
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:17 WIB

Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:29 WIB

Kejagung Temukan Ribuan Motor Listrik Diduga Hasil Mark Up Tersimpan di Gudang PT YAT

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:57 WIB

Dugaan Mega Korupsi di BGN, Kejagung Tetapkan Mantan Pimpinan sebagai Tersangka

Senin, 8 Juni 2026 - 09:01 WIB

Dugaan Suap Izin Tinggal WNA, KPK Bongkar Praktik Korupsi di Lingkungan Imigrasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 05:41 WIB

KPK Cari Wakil Menteri Imigrasi, Silmy Karim Terkait OTT di Imigrasi Jakarta Barat

Berita Terbaru