, DuaKoto, Kehadiran Sanggar Tari Sabana Gadih di Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, semakin menunjukkan eksistensinya sebagai wadah pembinaan seni budaya yang aktif dan berkembang pesat. Sanggar ini tidak hanya menjadi tempat belajar menari, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan generasi muda dalam melestarikan warisan budaya daerah.
Di bawah bimbingan pelatih berbakat, Dea Afrianiza, Sanggar Tari Sabana Gadih terus mencetak penari-penari muda yang tampil percaya diri dan penuh semangat dalam setiap penampilannya. Kekompakan antara pelatih, pengurus, dan anggota menjadi kunci utama kemajuan sanggar ini hingga dikenal luas oleh masyarakat Dua Koto.Struktur kepengurusan sanggar turut memperkuat organisasi dan jalannya kegiatan. Sanggar ini dipimpin oleh Feby Trivola sebagai Ketua, didampingi oleh Juwita Marwa Lesti sebagai Wakil Ketua, serta Yuliana Putri sebagai Wakil Ketua lainnya. Posisi Sekretaris diemban oleh Juwita Sapa Lesta dan Sekretaris II Aulia Marsha, sementara Bendahara dipercayakan kepada Sintia Ramadani.
Selain pengurus inti, sanggar ini juga diperkuat oleh anggota-anggota muda yang penuh dedikasi, di antaranya Rara Ramandia, Nazwa Salsabila, Syifa, Aqela, Nira Alhikmah, Dhea Hafifah, Raysa, Ayuni, Anggi, Rui Mariela, Latifah, Wina, Resfa, Ami Amulianta, dan Manda Azahra. Mereka aktif berlatih dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni.
Popularitas Sanggar Tari Sabana Gadih tidak lepas dari konsistensi mereka dalam tampil di berbagai acara penting di wilayah Dua Koto. Baik dalam kegiatan pemerintahan, perayaan adat, hingga acara masyarakat, kehadiran sanggar ini selalu dinantikan dan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.
Pelatih sanggar, Dea Afrianiza, berharap adanya perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasaman. Bantuan tersebut dinilai penting untuk menunjang fasilitas latihan, kostum, serta pengembangan bakat para anggota agar sanggar ini dapat terus berkembang dan bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami berharap Dispora Kabupaten Pasaman dapat memberikan dukungan nyata, agar sanggar tari yang ada di Dua Koto, khususnya Sabana Gadih, bisa terus berkembang dan menjadi kebanggaan daerah,” ungkapnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya, Sanggar Tari Sabana Gadih menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga dan melestarikan tradisi. Ke depan, sanggar ini diharapkan mampu menembus panggung yang lebih luas, membawa nama Dua Koto dan Kabupaten Pasaman ke tingkat yang lebih tinggi dalam dunia seni tari.Keberadaan Sanggar Tari Sabana Gadih bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sebagai benteng pelestarian budaya lokal yang harus terus dijaga dan didukung oleh semua pihak
EDRIADI lbs
Penulis : Edriadi lubis
Editor : Emas
Sumber Berita: KompasReal.id












