KompasReal.com, Tarutung – Sebanyak 15 wartawan dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menunjukkan komitmen kuat profesionalisme jurnalistik dengan tetap hadir mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Hineni, Tarutung, Kamis (11/12/2025). Meski daerah asal mereka baru saja dilanda bencana banjir serta longsor, para peserta berangkat menembus jalur rawan sebagai bukti keseriusan meningkatkan kompetensi.
UKW yang diselenggarakan Panitia UKW PWI Bonapasogit dengan dukungan PT Agincourt Resources ini sebelumnya mengalami dua kali penundaan. Jadwal awal pada 27–28 November 2025 diundur menjadi 05–06 Desember 2025, sebelum akhirnya ditetapkan kembali pada 11–12 Desember tanpa perubahan lanjutan. Keputusan itu disambut para peserta dengan tekad kuat untuk tetap hadir dalam keadaan apa pun.
“Sudah dua kali undur, kali ini sudah ditetapkan jadwal yang tak dapat digeser lagi. Makanya kita usahakan hadir agar bisa ikut ujian besok,” ujar Edi Musafran Siregar, salah satu peserta UKW tingkat muda dari Tabagsel.

Edi menjelaskan bahwa perjalanan menuju Tarutung bukan hanya sekadar pemenuhan jadwal, melainkan langkah strategis meningkatkan kualitas diri sebagai wartawan yang berkompeten dan beretika. Bagi mereka, UKW adalah kesempatan besar yang tidak dapat dilewatkan, terlebih di tengah meningkatnya urgensi kapasitas jurnalistik di daerah bencana.
Ketua Panitia UKW Bona Pasogit 74 yang juga Ketua PWI Bonapasogit, Alfonso Situmorang, menyambut kedatangan peserta dari Tabagsel dengan penuh apresiasi. Ia menilai semangat dan perjuangan peserta yang menempuh jalur sulit pasca bencana adalah wujud dedikasi tinggi terhadap profesi. “Saya sangat bangga dan berterima kasih. Saya tahu bagaimana berat kondisi jalan pascabencana, banyak akses belum pulih. Tapi tekad dan keseriusan kawan-kawan dari Tabagsel luar biasa,” ujarnya.
Dengan semangat yang mengalahkan keterbatasan situasi, Alfonso berharap UKW ini menjadi momentum lahirnya semakin banyak wartawan berstandar kompeten di Sumatera Utara, khususnya di kawasan Tabagsel dan Bonapasogit. Ia juga menegaskan bahwa dedikasi para peserta patut dijadikan contoh bagi generasi jurnalis selanjutnya.
Keseriusan 15 peserta Tabagsel ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa profesionalisme tidak boleh padam sekalipun berada di tengah ujian alam. Langkah mereka menuju UKW bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan pengabdian pada kebenaran, informasi, dan tanggung jawab publik. Semangat ini, kiranya, menjadi energi baru bagi dunia pers daerah.KR03













