9
KompasReal.id, Ketidakhadiran Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar menjadi sorotan utama kader dan pengamat politik. Absennya Bahlil dinilai turut memengaruhi dinamika Musda yang berlangsung panas dan penuh manuver politik internal.
Musda Golkar yang digelar hari ini sejatinya menjadi ajang konsolidasi dan pemantapan arah organisasi. Namun, sejak awal pelaksanaan, suasana forum sudah diwarnai tarik-menarik dukungan antar calon Ketua DPD Golkar, yang membuat tensi politik di internal partai meningkat.
Sejumlah kader menyayangkan ketidakhadiran Bahlil di agenda strategis tersebut. Mereka menilai kehadiran Ketua Umum sangat penting untuk meredam konflik, menjaga soliditas, serta memberikan arah yang tegas di tengah persaingan ketat antar kandidat.
Di sisi lain, perwakilan DPP Golkar yang hadir menegaskan bahwa Musda tetap berjalan sesuai mekanisme organisasi dan berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Seluruh peserta diminta menghormati proses demokrasi internal dan menjaga kondusivitas forum.
Pengamat politik menilai absennya Bahlil membuka ruang spekulasi politik di kalangan kader daerah. Musda Golkar dinilai tidak hanya soal pemilihan ketua, tetapi juga pertaruhan pengaruh dan kekuatan politik menjelang agenda nasional dan daerah mendatang.
Hingga Musda masih berlangsung, peta dukungan masih dinamis dan hasil akhir belum dapat dipastikan. Namun, Musda Golkar kali ini telah mencatat satu fakta penting: absennya Bahlil menjadi faktor yang ikut mewarnai panasnya dinamika dan perhatian kader daerah terhadap arah masa depan Partai Golkar.
Penulis : Edy siregar
Editor : EMAS













