KompasReal.id, Padang, Suara harapan dan kegelisahan menggema dari aksi damai yang digelar warga serta pekerja tambang rakyat di Sumatera Barat. Puluhan ibu rumah tangga turut hadir menyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah agar mempertimbangkan nasib ribuan keluarga yang selama ini bergantung pada aktivitas tambang rakyat sebagai sumber penghidupan.
Dalam aksi tersebut, berbagai spanduk berisi pesan menyentuh dibentangkan oleh warga. Salah satu yang paling menarik perhatian bertuliskan, “Kalau tambang ditutup, anak kami makan apa?” Kalimat itu menggambarkan kekhawatiran masyarakat yang takut kehilangan mata pencaharian utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membiayai pendidikan anak-anak mereka.
Para peserta aksi menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menentang pemerintah, melainkan menyampaikan kondisi nyata yang mereka hadapi. Menurut mereka, hasil dari pekerjaan di tambang rakyat selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga di tengah terbatasnya peluang kerja alternatif di daerah tersebut.
Kehadiran para ibu rumah tangga dalam aksi damai itu menambah suasana haru. Banyak di antara mereka mengaku cemas jika aktivitas tambang rakyat dihentikan tanpa solusi yang jelas. Mereka berharap pemerintah dapat membuka ruang dialog dan menghadirkan kebijakan yang tetap memperhatikan keberlangsungan hidup masyarakat kecil.
Masyarakat berharap keputusan yang diambil nantinya mampu memberikan keseimbangan antara kepentingan regulasi dan kebutuhan ekonomi warga. Bagi mereka, kesempatan untuk bekerja dan menghidupi keluarga merupakan harapan sederhana yang ingin terus dipertahankan demi masa depan anak-anak yang lebih baik.
Penulis : Kr03
Editor : Emas












