Keluhan Obat Kosong Mencuat, Dinkes Pasaman: Pengadaan Obat RSUD Sudah Menjadi Kewenangan BLUD

KompasReal.id

- Editor

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Pasaman – Keluhan masyarakat terkait dugaan kekosongan sejumlah obat di RSUD Tuanku Imam Bonjol Lubuk Sikaping mulai mencuat dan menjadi perhatian publik.

Sejumlah keluarga pasien mengaku mengalami kesulitan memperoleh obat yang diresepkan dokter sehingga harus mencari atau membeli obat di luar rumah sakit.

Menindaklanjuti informasi tersebut, wartawan ini melakukan konfirmasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman guna memperoleh penjelasan terkait kondisi yang terjadi serta langkah-langkah yang akan diambil pemerintah daerah.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, dr. Yong Marzuhaili, M.KM menjelaskan bahwa pengadaan obat di RSUD Tuanku Imam Bonjol berada di bawah kewenangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), sehingga pengelolaannya tidak lagi dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

“Izin pak, karena BLUD secara pengadaan telah terpisah dengan Dinkes dan laporan juga belum kami terima pak,” ujarnya kepada KompasReal.id, Jumat (12/6/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hingga saat ini Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman belum menerima laporan resmi terkait dugaan kekosongan obat yang dikeluhkan masyarakat di RSUD Tuanku Imam Bonjol.

Meski pengadaan obat telah menjadi kewenangan BLUD, sejumlah kalangan menilai koordinasi antarinstansi tetap penting untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal.

Ketersediaan obat merupakan salah satu unsur utama dalam pelayanan rumah sakit yang secara langsung berkaitan dengan keselamatan dan proses penyembuhan pasien.

Keluhan yang berkembang di tengah masyarakat juga memunculkan harapan agar manajemen RSUD Tuanku Imam Bonjol memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi persediaan obat, termasuk penyebab terjadinya kekosongan apabila memang terjadi serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengatasinya.

Selain itu, transparansi informasi dinilai penting guna menghindari munculnya spekulasi di tengah masyarakat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan daerah.

Baca Juga :  Arus Balik Lebaran Picu Kemacetan di Sejumlah Kawasan Wisata Sumbar

Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Pasaman, RSUD Tuanku Imam Bonjol diharapkan mampu memastikan kebutuhan obat pasien tetap terpenuhi sehingga pelayanan kesehatan tidak terganggu.

Evaluasi terhadap sistem perencanaan kebutuhan, pengadaan, dan pengelolaan stok obat juga dinilai perlu dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan persediaan di masa mendatang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Tuanku Imam Bonjol masih diharapkan memberikan tanggapan resmi terkait keluhan masyarakat tersebut guna memenuhi prinsip keberimbangan dalam pemberitaan serta memberikan kepastian informasi kepada publik. (Edriadi)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Bupati Harus Mengurus Stok Obat, Publik Pertanyakan Pengawasan Kesehatan di Pasaman
Sumatera Gelap, P2NAPAS Surati Dirut PLN, Desak Kompensasi bagi 1,96 Juta Pelanggan PLN Sumatera Barat
Wali Nagari Panti Selatan Sebut Pembentukan BUMNag Bersama Panti Saiyo Dikoordinasikan Kecamatan
Pengukuhan BUMNag Panti Saiyo Menuai Sorotan, Legalitas dan Tanggung Jawab Hukum Dipertanyakan
Surat P2NAPAS Soal Pelayanan RSUD Pasaman Barat Resmi Diterima Kemensetneg RI
Ibu Pertiwi Menangis: Ketika Keadilan Menjadi Barang Langka di Negeri Sendiri, Haruskah Rakyat Kembali ke Jalan?
LSM P2NAPAS Laporkan Gangguan Pelayanan RSUD Pasaman Barat ke Presiden RI
Disparporabud Pasaman Siapkan Langkah Koordinasi untuk Pembenahan Mushalla TWA Rimbo Panti
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:05 WIB

Saat Bupati Harus Mengurus Stok Obat, Publik Pertanyakan Pengawasan Kesehatan di Pasaman

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:06 WIB

Keluhan Obat Kosong Mencuat, Dinkes Pasaman: Pengadaan Obat RSUD Sudah Menjadi Kewenangan BLUD

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:39 WIB

Sumatera Gelap, P2NAPAS Surati Dirut PLN, Desak Kompensasi bagi 1,96 Juta Pelanggan PLN Sumatera Barat

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:54 WIB

Wali Nagari Panti Selatan Sebut Pembentukan BUMNag Bersama Panti Saiyo Dikoordinasikan Kecamatan

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:37 WIB

Pengukuhan BUMNag Panti Saiyo Menuai Sorotan, Legalitas dan Tanggung Jawab Hukum Dipertanyakan

Berita Terbaru