Bobby Nasution Siap Penuhi Panggilan Sidang Korupsi Proyek Jalan, KPK Sebut Permintaan Hakim Hal Lumrah

KompasReal.id

- Penulis

Senin, 29 September 2025 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM

i

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE, MM

KompasReal.com, Medan – Majelis hakim Pengadilan Negeri Medan meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK untuk menghadirkan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution dalam sidang kasus korupsi proyek jalan.

Menanggapi hal tersebut, Bobby Nasution menyatakan kesiapannya untuk hadir jika memang dibutuhkan.

“Saya sampaikan ya masih sama dari awal sampai sekarang, kalau dibutuhkan keterangan siapapun dari Pemerintah Provinsi kita siap (hadir),” kata Bobby Nasution usai menghadiri paripurna di DPRD Sumut, Senin (29/9/2025).

Meskipun demikian, Bobby mengaku belum menerima surat panggilan hingga hari ini. “Surat panggilan belum (ada masuk),” tuturnya.

Sebelumnya, KPK telah memberikan tanggapan terkait permintaan majelis hakim tersebut. Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menilai permintaan hakim untuk menghadirkan Gubernur Sumatera Utara terkait pergeseran anggaran adalah hal yang lumrah.

“Terkait dengan hakim yang meminta jaksa untuk, jaksa KPK ya, untuk menghadirkan Gubernur Sumatera Utara ya, karena ada pergeseran begitu ya, pergeseran anggaran. Terkait dengan permintaan untuk menghadirkan saksi, seperti itu, itu adalah hal yang lumrah ya,” ujar Asep Guntur Rahayu, seperti dikutip pada Jumat (26/9/2025).

Asep menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu laporan dari JPU terkait hasil persidangan yang berlangsung.

Jika ada permintaan yang diajukan selama persidangan, KPK akan segera menindaklanjutinya.

“Jaksa setelah sidang ini akan membuat laporan di persidangan laporan seperti apa, misalkan ada permintaan, ya kita tinggal menindaklanjuti, seperti itu,” sebutnya.

Lebih lanjut, Asep menambahkan bahwa KPK akan berdiskusi dengan pimpinan terkait langkah selanjutnya, mengingat sidang akan kembali digelar pada minggu depan.

Bobby Nasution Akan Langsung Diperiksa di Persidangan

Asep menegaskan, jika permintaan hakim untuk menghadirkan Bobby Nasution dipenuhi, maka pemeriksaan akan dilakukan langsung di ruang sidang. Tidak ada pemeriksaan pendahuluan di Jakarta.

Baca Juga :  Gubernur Bobby Copot Pejabat Sumut Gegara 7 Dosa Fatal, Termasuk Main Hp saat Pengarahan

“Apabila akan dipenuhi, apakah diperiksanya akan dibawa ke Jakarta? Tidak, itu langsung biasanya. Karena tahapnya kan sudah di persidangan. Jadi saksi-saksi yang diminta di persidangan itu langsung dihadirkan di persidangan,” sebutnya.

Awal Mula Kasus Korupsi Proyek Jalan

Pengusutan dugaan korupsi terkait proyek jalan di Sumut ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, yaitu:

  • Topan Ginting (TOP), Kadis PUPR Provinsi Sumut
  • Rasuli Efendi Siregar (RES), Kepala UPTD Gunung Tua Dinas PUPR Provinsi Sumut
  • Heliyanto (HEL), PPK Satker PJN Wilayah I Sumut
  • M Akhirun Pilang (KIR), Dirut PT DNG
  • M Rayhan Dulasmi Pilang (RAY), Direktur PT RN.

Dengan kesiapan Bobby Nasution untuk hadir dan pernyataan KPK yang menganggap permintaan hakim sebagai hal lumrah, publik menantikan perkembangan selanjutnya dari sidang kasus korupsi proyek jalan ini.

Kehadiran Bobby Nasution diharapkan dapat memberikan titik terang dan mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya terkait dugaan korupsi yang terjadi. (KR/detik)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Jembatan Gantung Parapat, Koramil 09/Sosa Wujudkan Akses Ekonomi yang Lebih Layak
Anggota DPRD Sumut Derliana Siregar Sosialisasikan Ranperda Pertanian Organik di Hutapuli, Petani Didorong Siap Beralih Sistem
Mutasi Besar Kejagung: Kajati Sumut Berganti, Sejumlah Kajari Ikut Dirotasi
Kapolda Sumut Lepas Kontingen Kemala Run 2026 ke Bali, Tekankan Sportivitas dan Soliditas Keluarga Besar Polri
Vonis UU ITE Tuai Kontroversi, Terdakwa Dihukum 7 Bulan Penjara
Camat Bukit Malintang Tinjau Rumah Warga yang Memilukan, Siap Upayakan Bantuan RTLH
Petani Bawang Sumut Akan Demo Besar, Desak Pemerintah Hentikan Impor Ilegal yang Hancurkan Harga Lokal
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 11:06 WIB

Senin, 27 April 2026 - 23:34 WIB

Bangun Jembatan Gantung Parapat, Koramil 09/Sosa Wujudkan Akses Ekonomi yang Lebih Layak

Senin, 20 April 2026 - 19:28 WIB

Anggota DPRD Sumut Derliana Siregar Sosialisasikan Ranperda Pertanian Organik di Hutapuli, Petani Didorong Siap Beralih Sistem

Rabu, 15 April 2026 - 21:23 WIB

Mutasi Besar Kejagung: Kajati Sumut Berganti, Sejumlah Kajari Ikut Dirotasi

Rabu, 15 April 2026 - 17:59 WIB

Kapolda Sumut Lepas Kontingen Kemala Run 2026 ke Bali, Tekankan Sportivitas dan Soliditas Keluarga Besar Polri

Berita Terbaru