DALIH “DEMI KEBAIKAN” BERUJUNG TRAGEDI: Nizam Tewas Mengenaskan, Ayah Ngaku Pisahkan dari Ibu Biar Fokus Belajar

Redaksi

- Editor

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Publik dibuat geram oleh pengakuan ayah kandung Nizam yang menyebut keputusannya menjauhkan anak dari ibu kandungnya sebagai langkah “demi kebaikan”. Dengan alasan agar Nizam fokus belajar dan tidak “mindset-nya bercabang”, sang ayah justru memutus akses kasih sayang seorang ibu selama bertahun-tahun. Ironisnya, keputusan itu kini dipertanyakan keras setelah Nizam berakhir tewas secara mengenaskan.

Lebih menyayat hati lagi, demi dalih menjaga psikis anak, ayah Nizam mengaku mengatakan kepada sang buah hati bahwa ibu kandungnya telah meninggal dunia. Padahal, faktanya Ibu Lisna masih hidup dan selama ini terus berusaha mencari serta ingin bertemu dengan anaknya. Kebohongan itu menjadi sorotan tajam publik karena dinilai sebagai bentuk manipulasi emosional yang berdampak panjang pada kondisi mental anak.

Dalam klarifikasinya, sang ayah berdalih tidak pernah melarang komunikasi. Ia bahkan menyebut jika sang ibu benar-benar menyayangi anaknya, seharusnya datang langsung, bukan hanya melalui telepon atau video call. Menurutnya, kehadiran mendadak sang ibu justru bisa mengganggu kondisi psikis Nizam yang disebutnya perlu stabilitas untuk belajar dan tumbuh.

Namun pernyataan itu berbanding terbalik dengan pengakuan ibu Nizam. Ia menyebut selama tujuh tahun tidak diberi kesempatan bertemu, bahkan keberadaan anaknya diduga sempat disembunyikan. Fakta bahwa Nizam tinggal satu atap dengan ibu tiri yang disebut-sebut melakukan penyiksaan semakin menambah luka dalam tragedi ini.

Kini masyarakat mempertanyakan: di mana letak “kebaikan” yang dimaksud? Ketika alasan pendidikan dan psikis dijadikan tameng, tetapi berujung pada hilangnya nyawa seorang anak, publik menilai ini bukan lagi soal perbedaan pola asuh—melainkan kegagalan perlindungan yang tragis.

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Jurnalis,citizen,

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Periksa Saksi Kunci, Usut Tuntas Dugaan Korupsi Kuota Haji
Pemuda 23 Tahun Ditangkap Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan, Diduga Miliki Ganja
Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan
Kejagung Temukan Ribuan Motor Listrik Diduga Hasil Mark Up Tersimpan di Gudang PT YAT
Dugaan Mega Korupsi di BGN, Kejagung Tetapkan Mantan Pimpinan sebagai Tersangka
Dugaan Suap Izin Tinggal WNA, KPK Bongkar Praktik Korupsi di Lingkungan Imigrasi
KPK Cari Wakil Menteri Imigrasi, Silmy Karim Terkait OTT di Imigrasi Jakarta Barat
Polres Padangsidimpuan Ungkap 13 Kasus Narkotika Selama Ops Antik Toba 2026, Amankan 16 Tersangka
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 01:05 WIB

KPK Periksa Saksi Kunci, Usut Tuntas Dugaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:18 WIB

Pemuda 23 Tahun Ditangkap Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan, Diduga Miliki Ganja

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:17 WIB

Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:29 WIB

Kejagung Temukan Ribuan Motor Listrik Diduga Hasil Mark Up Tersimpan di Gudang PT YAT

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:57 WIB

Dugaan Mega Korupsi di BGN, Kejagung Tetapkan Mantan Pimpinan sebagai Tersangka

Berita Terbaru

Mandailing natal

Pemkab Madina Rayakan Assyura dengan Pengajian dan Penyantunan Anak Yatim

Kamis, 25 Jun 2026 - 21:27 WIB