DPR Desak Kapolda Sumbar Tindak Tegas Tambang Ilegal, Usai Kasus Penembakan Kasat Reskrim

Redaksi

- Penulis

Rabu, 27 November 2024 - 00:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, didampingi Anggota DPR RI H Benny Utama, saat konferensi pers di Mapolda Sumbar mendesak penindakan tegas terhadap tambang ilegal.

i

Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, didampingi Anggota DPR RI H Benny Utama, saat konferensi pers di Mapolda Sumbar mendesak penindakan tegas terhadap tambang ilegal.

Padang, Kompasreal.com – Komisi III DPR RI mendesak Kapolda Sumbar untuk menindak tegas seluruh aktivitas tambang ilegal di Sumatera Barat. Desakan ini muncul menyusul tewasnya Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ryanto Ulil Anshar, yang diduga terkait dengan tambang ilegal.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang memimpin kunjungan ke Mapolda Sumbar pada Senin (25/11), menyatakan, “Kita tadi minta ditindak tegas apapun yang terjadi. Siapapun yang terlibat di dalamnya, siapapun yang ada atau yang membekingi di belakang hajar,” tegas Sahroni dalam konferensi pers.

Sahroni menekankan pentingnya penindakan hukum terhadap tambang ilegal sesuai arahan Presiden. Ia menegaskan bahwa semua tambang ilegal, tanpa terkecuali, harus ditindak tegas, termasuk oknum aparat yang terlibat atau menjadi beking.

“Semua tambang ilegal apapun namanya dan siapapun yang membekingi harus ditindak secara tegas,” tambahnya.

Sahroni juga meminta Kapolda Sumbar untuk bersikap tegas terhadap semua pihak yang terlibat, termasuk personel Polri. Ia mendesak agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Meskipun Sahroni mengapresiasi langkah Kapolda Sumbar yang telah memerintahkan seluruh Kapolres untuk menindak tambang ilegal, namun pertanyaan awak media Kompasreal.com terkait aktivitas tambang emas ilegal di Dua Koto, Kabupaten Pasaman, yang meresahkan masyarakat, belum mendapat jawaban dari Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono.

Kasus penembakan yang menewaskan AKP Ryanto Ulil Anshar oleh Kabag Ops AKP Dadang Iskandar pada Jumat (22/11) dini hari di area parkir Mapolres Solok Selatan semakin memperkuat desakan tersebut. Peristiwa ini diduga kuat terkait dengan aktivitas tambang galian C ilegal.

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik
Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan
Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng
Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”
Waspadai Penipuan Online Berkedok Investasi, Jangan Jadi Korban!
Bule Asing di Bali Viral,
Hakim Tipikor Vonis Berat Terdakwa Korupsi Migas, Negara Rugi Triliunan Rupiah
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:48 WIB

Operator dan Mekanik Jadi Tersangka Kasus Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik Masih Diburu

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:40 WIB

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta, Kasus Viral dan Tuai Kecaman Publik

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:02 WIB

Jaksa Penuntut Umum Minta Maaf di Gedung DPR Terkait Kasus Fandi Ramadhan

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:58 WIB

Kejagung Geledah Kantor Ombudsman RI Terkait Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Minyak Goreng

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:26 WIB

Kebebasan Fandi: Simbol Kemenangan Keadilan dan Kepedulian Tokoh Besar”

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB