Nestapa Petani Pasaman: Modal Ludes Ditipu Mafia Pupuk Berkedok Aparat

KompasReal.id

- Editor

Sabtu, 10 Januari 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com, Pasaman – Kasus dugaan penipuan pupuk bersubsidi yang mencatut nama institusi kepolisian di Kabupaten Pasaman menyingkap tabir gelap lemahnya pengawasan dan perlindungan terhadap petani. Peristiwa ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan potret nyata minimnya edukasi publik yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Nasib nahas menimpa Guntur Siregar, seorang petani setempat yang harus kehilangan uang sebesar Rp15,4 juta. Ia terpedaya oleh janji manis pelaku yang mengeklaim mampu mengurus izin dari Dinas Pertanian sekaligus menyalurkan pupuk subsidi. Namun, setelah uang dikirim, pupuk yang dinanti tak kunjung datang, dan izin yang dijanjikan terbukti fiktif.

Berdasarkan bukti transaksi, korban melakukan dua kali transfer via Bank BRI pada 11 Desember 2025. Pengiriman pertama sebesar Rp2,7 juta dalihnya untuk biaya administrasi izin, disusul transfer kedua senilai Rp12,7 juta untuk penebusan 20 karung pupuk subsidi jenis Urea dan Ponska. Meski transaksi dinyatakan berhasil, korban hanya mendapatkan tangan hampa.

Modus pelaku kian licin dengan menyisipkan unsur intimidasi. Korban mengaku diancam akan ditangkap polisi jika tidak mengirimkan uang tambahan sebesar Rp27 juta, yang diklaim sebagai biaya “pengawalan aparat” agar pupuk aman sampai tujuan. Pelaku juga melarang korban melapor ke media massa maupun LSM, menciptakan ruang isolasi bagi korban agar tetap dalam kendali mereka.

Menanggapi fenomena ini, Ketua Umum LSM Perkumpulan Pemuda Nusantara Pas Aman (P2NAPAS), Ahmad Husein Batu Bara, menyebut kasus ini sebagai alarm keras bagi kedaulatan petani.

“Mekanisme distribusi pupuk subsidi itu sangat ketat; harus melalui RDKK kelompok tani dan kios resmi. Tidak ada perdagangan bebas secara daring, apalagi pungutan liar. Jika ada yang meminta uang di luar jalur itu, sudah pasti penipuan,” tegas Ahmad Husein.

Baca Juga :  Jalan Provinsi Dua Koto Masih Bermasalah, Warga Minta Perbaikan Serius

Ia juga melayangkan kritik tajam kepada Pemerintah Kabupaten Pasaman yang dinilai kurang proaktif dalam melakukan sosialisasi di akar rumput. Menurutnya, ruang bagi penipu tumbuh subur saat informasi resmi dari pemerintah tidak sampai ke telinga petani.

“Pemerintah daerah jangan hanya terpaku pada seremoni prestasi. Edukasi petani adalah kewajiban yang mendesak. Jangan biarkan petani kita berjuang sendirian melawan mafia,” tambahnya.

LSM P2NAPAS mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas jaringan penipuan ini. Diduga kuat, korban tidak hanya satu orang, namun banyak petani lain yang memilih bungkam karena tekanan dan rasa takut.

Kasus di Pasaman ini menjadi pengingat pahit: ketika program strategis nasional seperti pupuk subsidi tidak dikawal dengan pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang tegas, maka rakyat kecil jugalah yang akan menjadi tumbalnya.

Kini, kredibilitas penegak hukum sedang dipertaruhkan untuk membuktikan bahwa negara benar-benar hadir melindungi petani, bukan justru menjadi alat intimidasi bagi para pencatut nama negara. (Edriadi)

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momen Kebanggaan: Tiga Siswi Terbaik Kelas VII-3 Dapat Apresiasi Sekolah
Puncak Panaroma Dua Koto: Pesona Senja Emas yang Jadi Andalan Wisata Pasaman
Saat Bupati Harus Mengurus Stok Obat, Publik Pertanyakan Pengawasan Kesehatan di Pasaman
Keluhan Obat Kosong Mencuat, Dinkes Pasaman: Pengadaan Obat RSUD Sudah Menjadi Kewenangan BLUD
Sumatera Gelap, P2NAPAS Surati Dirut PLN, Desak Kompensasi bagi 1,96 Juta Pelanggan PLN Sumatera Barat
Wali Nagari Panti Selatan Sebut Pembentukan BUMNag Bersama Panti Saiyo Dikoordinasikan Kecamatan
Pengukuhan BUMNag Panti Saiyo Menuai Sorotan, Legalitas dan Tanggung Jawab Hukum Dipertanyakan
Surat P2NAPAS Soal Pelayanan RSUD Pasaman Barat Resmi Diterima Kemensetneg RI
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:54 WIB

Momen Kebanggaan: Tiga Siswi Terbaik Kelas VII-3 Dapat Apresiasi Sekolah

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:17 WIB

Puncak Panaroma Dua Koto: Pesona Senja Emas yang Jadi Andalan Wisata Pasaman

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:05 WIB

Saat Bupati Harus Mengurus Stok Obat, Publik Pertanyakan Pengawasan Kesehatan di Pasaman

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:06 WIB

Keluhan Obat Kosong Mencuat, Dinkes Pasaman: Pengadaan Obat RSUD Sudah Menjadi Kewenangan BLUD

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:39 WIB

Sumatera Gelap, P2NAPAS Surati Dirut PLN, Desak Kompensasi bagi 1,96 Juta Pelanggan PLN Sumatera Barat

Berita Terbaru