Gas Subsidi Langka, Pemko Padangsidimpuan dinilai Gagal Awasi Distribusi dengan Baik, Kemana Gasnya?

Redaksi

- Editor

Jumat, 27 Juni 2025 - 14:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto : Kelangkaan gas LPG 3 Kg bersubsidi di Padangsidimpuan sudah berlangsung berminggu-minggu.

i

Keterangan Foto : Kelangkaan gas LPG 3 Kg bersubsidi di Padangsidimpuan sudah berlangsung berminggu-minggu.

Padangsidimpuan, KompasReal.com – Kelangkaan gas LPG 3 Kg bersubsidi di Padangsidimpuan sudah berlangsung berminggu-minggu tanpa kejelasan dari pemerintah kota. Warga yang berhak menerima subsidi, seperti Mulia dan Sari, hanya bisa pasrah menghadapi kenyataan pahit ini. Mulia, warga kurang mampu, bahkan harus seharian berburu gas di pusat kota tanpa hasil, sementara Sari, ibu rumah tangga yang berjualan gorengan, terancam usaha dan kebutuhan sekolah anaknya karena gas subsidi sulit didapat.

Ironisnya, warga di daerah tetangga tidak mengalami masalah serupa. Mereka mendapatkan gas subsidi dengan harga eceran yang wajar, sekitar Rp 21.000 per tabung. Sementara di Padangsidimpuan, harga di eceran malah melambung hingga Rp 35.000.

Zul Harahap, warga yang pernah bekerja di kandang ayam, mengaku heran dengan kelangkaan ini. Menurutnya, kebutuhan gas untuk pemanas kandang sudah berkurang karena penggunaan blower, sehingga seharusnya pasokan gas subsidi tidak bermasalah.

Takdir Harahap menambahkan, berdasarkan pengakuan agen besar di Padangsidimpuan, distribusi gas dari Pertamina ke agen dan pangkalan masih berjalan lancar tanpa hambatan.

Namun, hasil razia gabungan Pemko Padangsidimpuan, Pertamina Patra Niaga, dan Polri pada 18 Juni 2025 mengungkap fakta mencengangkan. Gas subsidi yang seharusnya untuk masyarakat miskin justru disalahgunakan oleh usaha seperti kafe dan laundry yang tidak berhak. Selain itu, banyak pangkalan menjual LPG 3 Kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 17.000, mencapai Rp 20.000 hingga Rp 25.000.

“Ada kelemahan pengawasan yang selama ini memungkinkan penyalahgunaan gas subsidi,” tegas Hadyan dari Pertamina Patra Niaga.

Ahmad, warga Padangsidimpuan, dengan tegas mempertanyakan, “Kenapa pengawasan baru gencar dilakukan saat warga kesulitan mendapatkannya dan menimbulkan keresahan di masyarakat, padahal bukan rahasia umum selama ini banyak pelanggaran peruntukan yang memakai gas subsidi di lapangan.” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswi Terluka Parah Usai Tabrakan di Padangsidimpuan, Satlantas Respon Cepat

Kelangkaan ini bukan hanya soal stok, tapi soal ketidakadilan dan lemahnya pengawasan. Pemerintah kota harus bertindak tegas dan konsisten agar gas subsidi benar-benar sampai ke tangan yang berhak, bukan dinikmati oleh oknum yang menyalahgunakan.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemuda 23 Tahun Ditangkap Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan, Diduga Miliki Ganja
Rayakan Semangat FIFA World Cup 2026™, Hisense Hadirkan Teknologi Canggih di Jakarta Fair 2026
Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan
Kejagung Temukan Ribuan Motor Listrik Diduga Hasil Mark Up Tersimpan di Gudang PT YAT
Dugaan Mega Korupsi di BGN, Kejagung Tetapkan Mantan Pimpinan sebagai Tersangka
Dugaan Suap Izin Tinggal WNA, KPK Bongkar Praktik Korupsi di Lingkungan Imigrasi
KPK Cari Wakil Menteri Imigrasi, Silmy Karim Terkait OTT di Imigrasi Jakarta Barat
Polres Padangsidimpuan Ungkap 13 Kasus Narkotika Selama Ops Antik Toba 2026, Amankan 16 Tersangka
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:18 WIB

Pemuda 23 Tahun Ditangkap Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan, Diduga Miliki Ganja

Senin, 22 Juni 2026 - 05:08 WIB

Rayakan Semangat FIFA World Cup 2026™, Hisense Hadirkan Teknologi Canggih di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 18:17 WIB

Polres Padangsidimpuan Ungkap Kasus Pencurian dengan Pemberatan, Dua Pelaku Diamankan

Rabu, 17 Juni 2026 - 02:29 WIB

Kejagung Temukan Ribuan Motor Listrik Diduga Hasil Mark Up Tersimpan di Gudang PT YAT

Jumat, 12 Juni 2026 - 09:57 WIB

Dugaan Mega Korupsi di BGN, Kejagung Tetapkan Mantan Pimpinan sebagai Tersangka

Berita Terbaru

Sumatera Barat

Penyiapan Lahan Selesai, Inisiatif MDA Bawa Wajah Baru Lanai Hilir

Selasa, 23 Jun 2026 - 19:38 WIB