Kolam Renang Belanda di Padang Bertuliskan Anjing dan Pribumi Dilarang Masuk

Redaksi

- Penulis

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Sebagai kota yang eksis sejak masa kolonial Belanda, Padang menyimpan banyak jejak sejarah yang terlupakan seiring bergulirnya zaman. Salah satunya mengenai kolam renang (atau zwembad dalam bahasa Belanda).

Lokasi Zwembad Padang berada di Jalan Balantuang (kini Jalan Sudirman), persisnya di halaman parkir kantor Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatra Barat (Sumbar) sekarang.

Sekilas Sejarah

Zwembad Padang secara resmi dibuka pada 29 Januari 1933. Hal itu sebagaimana tertera dalam laporan De Sumatra Post pada 3 Februari 1933. Dalam laporan tersebut, digambarkan fasilitas apa saja yang tersedia di kolam renang.

Saat masuk pintu menuju kolom renang, seseorang akan melewati restoran. Restoran ini memiliki banyak tempat duduk yang menghadap ke kolam renang. Ruangannya cukup luas sehingga orang-orang “bisa menari”.

Di sebelah restoran, terdapat kantor yang menyediakan penyewaan pakaian renang dan handuk, toilet untuk pria dan wanita, serta ruang ganti.

Kolam renangnya memiliki kedalaman tiga meter. Pasokan air berasal dari sumur yang ditampung di tangki air besar. Di sisinya, terdapat papan loncat setinggi 4,12 meter.

Sebelum Zwembad Padang berdiri, sudah terdapat dua pemandiam umum di Padang, tetapi jaraknya jauh dari pusat kota, yakni di Sungai Beremas dan Lubuk Minturun.

Kenangan Zwembad Padang

Kolam renang peninggalan Belanda di Padang ini tak lagi meninggalkan jejaknya lantaran sudah menjadi area parkir kantor Kantor Perwakilan BI Sumbar.

Meski demikian, Zwembad Padang meninggalkan kenangan bagi penduduk saat itu yang pernah menyaksikannya. Salah satunya Sebastian Tanamas.

Namun, kenangan itu bukan tentang pengalaman berenang di dalamnya, melainkan tentang papan pengumuman berbahasa Belanda di pintu masuk kolam renang.

Pengumuman itu berbunyi “honden en Inlanders verboden toegang!” yang artinya “anjing dan pribumi dilarang masuk!”.

Baca Juga :  Kafe Remang-Remang di Perbatasan Panti-Duo Koto Beroperasi Tanpa Izin, Masyarakat: Pemerintah dan Aparat Diduga Tutup Mata!

“Papan pengumuman itu langsung menimbulkan kebencian pertama [saya] terhadap pemerintahan kolonial Belanda,” tulis Sebastian Tanamas dalam otobiografinya, Tak Menggantang Asap. [den]

Sumber: Suluah

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: Suluah

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pasaman Tegas Protes Kafe Remang-Remang yang Beroperasi di Ramadan, Bupati Serahkan Tugas ke OPD
Satpol PP Mengaku Sudah Beri Peringatan, Kafe Remang-Remang Panti–Duo Koto Masih Buka
DPRD Pasaman Angkat Bicara, Warung Remang-Remang Beroperasi di Ramadan Harus Dihentikan
Kafe Remang-Remang di Perbatasan Panti-Duo Koto Beroperasi Tanpa Izin, Masyarakat: Pemerintah dan Aparat Diduga Tutup Mata!
Bersama Anak Yatim dan Masyarakat, DPD Golkar Pasaman Gelar Kegiatan Buka Puasa Perdana
Jalan Provinsi Dua Koto Masih Bermasalah, Warga Minta Perbaikan Serius
PETI di Sinuruik Masih Beroperasi, Publik Menunggu Langkah Nyata Gubernur Sumbar
PETI di Sinuruik: Puluhan Alat Berat Tetap Merajalela, Hukum Tak Berkutik
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 00:02 WIB

DPRD Pasaman Tegas Protes Kafe Remang-Remang yang Beroperasi di Ramadan, Bupati Serahkan Tugas ke OPD

Rabu, 11 Maret 2026 - 23:44 WIB

Satpol PP Mengaku Sudah Beri Peringatan, Kafe Remang-Remang Panti–Duo Koto Masih Buka

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:26 WIB

DPRD Pasaman Angkat Bicara, Warung Remang-Remang Beroperasi di Ramadan Harus Dihentikan

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:35 WIB

Kafe Remang-Remang di Perbatasan Panti-Duo Koto Beroperasi Tanpa Izin, Masyarakat: Pemerintah dan Aparat Diduga Tutup Mata!

Minggu, 8 Maret 2026 - 00:27 WIB

Bersama Anak Yatim dan Masyarakat, DPD Golkar Pasaman Gelar Kegiatan Buka Puasa Perdana

Berita Terbaru

Nasional

Derita di Jalur Darah: Kisah Pemudik Lintas Sumatera 2026

Sabtu, 21 Mar 2026 - 00:08 WIB

Mimbar jumat

Menjaga “Lentera” Ramadhan: Dari Musim ke Gaya Hidup

Jumat, 20 Mar 2026 - 13:38 WIB