Krisis Protes Massal di Iran: Ribuan Tewas dalam Crackdown Brutal, Demonstrasi Mereda tapi Ketegangan dengan AS Masih Tinggi – Dampak ke Harga Minyak

Redaksi

- Penulis

Senin, 19 Januari 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.com,  Gelombang protes antipemerintah di Iran yang dimulai akhir Desember 2025 akibat krisis ekonomi (inflasi tinggi dan nilai rial anjlok) telah menewaskan ribuan demonstran, dengan estimasi dari kelompok hak asasi seperti HRANA mencapai lebih dari 2.600-3.000 korban tewas hingga pertengahan Januari 2026.

Rezim Iran lakukan crackdown brutal dengan penangkapan massal (lebih dari 19.000 orang), pemadaman internet nasional, dan penggunaan kekerasan ekstrem, menyebabkan demonstrasi mereda sejak 15 Januari – meski situasi tetap volatile dan warga khawatir akan eskalasi baru.

Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tuding protes sebagai hasil campur tangan asing (AS dan Israel), sementara Presiden AS Donald Trump sempat ancam intervensi militer jika eksekusi demonstran berlanjut, meski kini tampak mundur setelah laporan korban tewas berhenti.

Situasi ini picu fluktuasi harga minyak dunia karena Iran adalah produsen besar, dengan potensi naiknya harga impor energi ke Indonesia dan inflasi domestik jika ketegangan berlanjut atau ada eskalasi militer di Teluk Persia.

Kemlu RI pantau ketat kondisi WNI di Iran, sementara pemerintah Indonesia imbau warga tetap waspada – krisis ini juga jadi peringatan global tentang dampak ekonomi politik internal terhadap stabilitas regional.

Pengamat internasional nilai rezim Iran berhasil tekan protes sementara melalui kekerasan, tapi akar masalah ekonomi belum terselesaikan, sehingga potensi gelombang baru tetap ada di masa depan.KR03

 

 

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Jembatan Gantung Parapat, Koramil 09/Sosa Wujudkan Akses Ekonomi yang Lebih Layak
Anggota DPRD Sumut Derliana Siregar Sosialisasikan Ranperda Pertanian Organik di Hutapuli, Petani Didorong Siap Beralih Sistem
Mutasi Besar Kejagung: Kajati Sumut Berganti, Sejumlah Kajari Ikut Dirotasi
Kapolda Sumut Lepas Kontingen Kemala Run 2026 ke Bali, Tekankan Sportivitas dan Soliditas Keluarga Besar Polri
Vonis UU ITE Tuai Kontroversi, Terdakwa Dihukum 7 Bulan Penjara
Camat Bukit Malintang Tinjau Rumah Warga yang Memilukan, Siap Upayakan Bantuan RTLH
Petani Bawang Sumut Akan Demo Besar, Desak Pemerintah Hentikan Impor Ilegal yang Hancurkan Harga Lokal
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 11:06 WIB

Senin, 27 April 2026 - 23:34 WIB

Bangun Jembatan Gantung Parapat, Koramil 09/Sosa Wujudkan Akses Ekonomi yang Lebih Layak

Senin, 20 April 2026 - 19:28 WIB

Anggota DPRD Sumut Derliana Siregar Sosialisasikan Ranperda Pertanian Organik di Hutapuli, Petani Didorong Siap Beralih Sistem

Rabu, 15 April 2026 - 21:23 WIB

Mutasi Besar Kejagung: Kajati Sumut Berganti, Sejumlah Kajari Ikut Dirotasi

Rabu, 15 April 2026 - 17:59 WIB

Kapolda Sumut Lepas Kontingen Kemala Run 2026 ke Bali, Tekankan Sportivitas dan Soliditas Keluarga Besar Polri

Berita Terbaru