TIDAK BERHENTI DI KURIR, POLRES TAPSEL DALAMI ASAL-USUL BBM SUBSIDI DAN PERAN PIHAK TERKAIT*

Redaksi

- Editor

Senin, 25 Mei 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, PADANG LAWAS UTARA – Polres Tapanuli Selatan memastikan pengusutan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis biosolar di wilayah Padang Lawas Utara tidak berhenti pada kurir atau pengangkut.

 

Penyidik saat ini terus mendalami asal-usul BBM, pola pengangkutan, mekanisme transaksi, dokumen pembelian, hingga kemungkinan peran pihak lain.

 

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, IPTU Bontor Desmonth Sitorus, S.H., M.H., menegaskan bahwa penyidik bekerja untuk mengurai perkara secara menyeluruh.

 

“Tidak benar bila disebut penyidik berhenti hanya pada pengangkut. Setiap pihak yang memiliki keterkaitan akan didalami sesuai fakta hukum dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyidikan,” ujar IPTU Bontor pada Senin, (25/5/2026) sore.

 

Ia mengatakan, dalam perkara dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, kurir atau pengangkut hanya salah satu bagian dari rangkaian peristiwa yang perlu diuji.

 

Penyidik tetap harus menelusuri apakah pengangkutan tersebut berdiri sendiri atau berkaitan dengan pihak lain.

 

Menurut IPTU Bontor, proses pendalaman mencakup beberapa hal penting, mulai dari asal BBM, siapa yang membeli, bagaimana mekanisme pengambilan, apakah ada dokumen pendukung, ke mana BBM akan dibawa, hingga siapa pihak yang diduga memperoleh keuntungan.

 

“Penyidik perlu memastikan secara cermat hubungan hukum antara barang bukti, pengangkut, sumber BBM, dokumen pembelian, alur distribusi, dan pihak yang diduga memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut,” jelasnya.

 

Untuk itu, Polres Tapsel telah melakukan pemeriksaan terhadap operator SPBU, menyurati PT Pertamina Regional 1 Sumbagut, serta memeriksa saksi-saksi yang berkaitan langsung dengan peristiwa penangkapan BBM.

 

Langkah tersebut, kata IPTU Bontor, merupakan bagian dari upaya penyidik untuk membangun konstruksi perkara yang utuh.

Baca Juga :  Menghantam Marwah Partai, Ketua DPD Nasdem Diduga Lakukan Praktik Tambang Emas Ilegal dan Pemasokan BBM Solar

 

Penyidik tidak boleh hanya mengandalkan dugaan awal, tetapi harus menguji seluruh informasi melalui proses hukum.

 

“Konstruksi perkara pidana tidak boleh dibangun berdasarkan asumsi, tekanan opini, atau kesimpulan sepihak. Penyidik wajib bekerja berdasarkan alat bukti, keterangan saksi, dokumen, petunjuk, serta koordinasi dengan instansi terkait,” tegasnya.

 

IPTU Bontor juga menegaskan, apabila dalam proses penyidikan ditemukan alat bukti yang cukup terhadap pihak lain, maka penyidik akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan.

 

“Apabila nanti ditemukan alat bukti yang cukup terhadap pihak lain, tentu akan diproses sesuai ketentuan. Prinsipnya, tidak ada yang ditutupi dan tidak ada yang dikecualikan dari hukum,” katanya.

 

Namun, ia mengingatkan bahwa penyidik tidak dapat menetapkan seseorang atau pihak tertentu sebagai tersangka hanya karena disebut dalam opini publik. Dalam hukum pidana, tuduhan harus diuji dan dibuktikan.

 

“Semua informasi akan kami telaah. Tetapi penyidik harus membedakan antara informasi awal, dugaan, keterangan saksi, dan alat bukti. Tidak boleh ada pihak yang dinyatakan bersalah sebelum proses hukum membuktikannya,” ujar IPTU Bontor.

 

Ia menambahkan, Polres Tapsel memahami sensitivitas perkara BBM bersubsidi karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.

 

Karena itu, penyidikan harus dilakukan secara hati-hati agar hasilnya kuat, objektif, dan tidak mudah dipatahkan.

 

“BBM bersubsidi adalah komoditas yang menyangkut kepentingan publik. Karena itu, setiap dugaan penyalahgunaan harus ditangani serius, profesional, dan tidak gegabah,” katanya.

 

Polres Tapsel berharap masyarakat tetap memberikan dukungan terhadap proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

 

Kritik dan pengawasan publik, kata IPTU Bontor, tetap dihormati sepanjang tidak mengaburkan proses hukum yang sedang berlangsung.

 

“Kami menghormati masukan masyarakat. Namun kami juga mengajak semua pihak melihat proses ini secara utuh. Penyidik bekerja untuk membuat terang perkara berdasarkan fakta hukum,” tutupnya.

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dokter Muda Ditemukan Meninggal Dunia di Samping RSUD Tengku Rafian Siak, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Investasi Bodong, Seorang Perempuan Jadi Tersangka, Kerugian Korban Capai Rp400 Juta
Kasus Anggaran Rp56,7 Miliar Sekwan Tapsel: LIPPSU Minta Proses Adil & Profesional
Kurir Sabu Ditangkap, Polisi Sempat Lepaskan Tembakan Peringatan Usai Dihadang Massa di Lokasi
Polri Geledah Kafe yang Dikaitkan dengan Jaksa Febrie Adriansyah, Sejumlah Barang Bukti Disita
Kajari Majalengka Tetapkan Ketua dan Bendahara KONI sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah
Kasus Penyekapan di Bandung Terungkap, Taufik Hidayat Ditangkap Polisi Usai Diduga Siksa Kekasih Selama Tiga Tahun
KPK Periksa Saksi Kunci, Usut Tuntas Dugaan Korupsi Kuota Haji
Berita ini 12 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:57 WIB

Dokter Muda Ditemukan Meninggal Dunia di Samping RSUD Tengku Rafian Siak, Polisi Selidiki Penyebabnya

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:06 WIB

Polres Padangsidimpuan Ungkap Dugaan Investasi Bodong, Seorang Perempuan Jadi Tersangka, Kerugian Korban Capai Rp400 Juta

Minggu, 12 Juli 2026 - 03:32 WIB

Kasus Anggaran Rp56,7 Miliar Sekwan Tapsel: LIPPSU Minta Proses Adil & Profesional

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:47 WIB

Kurir Sabu Ditangkap, Polisi Sempat Lepaskan Tembakan Peringatan Usai Dihadang Massa di Lokasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:41 WIB

Polri Geledah Kafe yang Dikaitkan dengan Jaksa Febrie Adriansyah, Sejumlah Barang Bukti Disita

Berita Terbaru