Tragedi Longsor di Tambang Ilegal Madina: Dua Penambang Tewas, Polisi Buru Pengelola Tanpa Izin

KompasReal.id

- Editor

Senin, 6 Juli 2026 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Mandailing Natal – Sebuah tragedi menimpa lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Aek Guo, Kecamatan Batangnatal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Dua orang penambang tewas tertimbun tanah longsor yang terjadi secara tiba-tiba pada Sabtu (4/7/2026) sore.

Peristiwa ini kini diselidiki kepolisian, termasuk menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas beroperasinya lokasi tambang ilegal tersebut.

Kedua korban yang telah teridentifikasi adalah Erlin Nasution (40 tahun), warga Desa Tarlola, dan Zulparman (50 tahun), warga Desa Aek Guo.

Keduanya menjadi korban saat sedang melakukan aktivitas penambangan secara manual, ketika struktur tanah di lokasi yang tidak stabil tiba-tiba runtuh dan menimpa mereka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Madina, AKP Tri Boy Alvin Siahaan, membenarkan peristiwa tersebut.

“Saat ini terkonfirmasi dua orang meninggal dunia. Dugaan sementara kematian disebabkan tertimbun material longsor,” ujarnya.

Tim gabungan kepolisian telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban, olah tempat kejadian perkara, serta memeriksa sejumlah saksi.

Selain mengungkap penyebab teknis runtuhnya tebing, penyidik juga mendalami pelanggaran hukum terkait izin operasional yang tidak dimiliki lokasi tersebut.

“Kami tidak hanya berhenti pada penyebab longsor, tetapi juga memburu aktor intelektual maupun pihak yang memfasilitasi serta mengelola tambang ilegal ini. Semua pihak yang bertanggung jawab akan diproses secara hukum,” tegas Tri Boy.

Sementara itu, terkait kabar yang sempat beredar mengenai tujuh orang lain yang diduga ikut tertimbun, pihak kepolisian menyatakan belum ada konfirmasi resmi.

Proses verifikasi dan pendataan di lokasi masih terus dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. (KR/SN)

Editor : Paruhum

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral di Media Sosial, Motor Warga Mompang Julu yang Hilang Berhasil Ditemukan
Kecam Dugaan Pengeroyokan Kader PMII Riau, KAMMI Se-Padangsidimpuan–Tapsel: Kekerasan Bukan Jalan Selesaikan Perbedaan
LAPK Kritik Harga Tiket PRSU, UMKM dan Pengunjung Dikhawatirkan Terdampak
Satgas Yonif 643/Wanara Sakti Gelar Posyandu, Pantau Tumbuh Kembang Balita di Perbatasan Keerom
Marini Juliana Hutabarat Dilantik Pimpin GAMKI Kota Padangsidimpuan Periode 2026–2029
Usai Diberikan Pemahaman Hukum, Warga Perbatasan Sambas Lepas Senjata Tanpa Izin
Truk Diduga Rem Blong Tabrak Kendaraan dan Lapak di Kotapinang, Dua Orang Meninggal
Warga Perbatasan Sambas Serahkan Senjata Api Ilegal Secara Sukarela ke Satgas Pamtas
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:34 WIB

Viral di Media Sosial, Motor Warga Mompang Julu yang Hilang Berhasil Ditemukan

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:45 WIB

Kecam Dugaan Pengeroyokan Kader PMII Riau, KAMMI Se-Padangsidimpuan–Tapsel: Kekerasan Bukan Jalan Selesaikan Perbedaan

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:01 WIB

LAPK Kritik Harga Tiket PRSU, UMKM dan Pengunjung Dikhawatirkan Terdampak

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:57 WIB

Satgas Yonif 643/Wanara Sakti Gelar Posyandu, Pantau Tumbuh Kembang Balita di Perbatasan Keerom

Senin, 6 Juli 2026 - 23:16 WIB

Tragedi Longsor di Tambang Ilegal Madina: Dua Penambang Tewas, Polisi Buru Pengelola Tanpa Izin

Berita Terbaru