KompasReal.id, Sinuruik, Pasaman Barat – Kompasreal.com– Aktivitas tambang emas ilegal di Sinuruik, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, semakin mengkhawatirkan. Investigasi lapangan oleh wartawan Kompasreal.com mengungkap fakta mengejutkan: puluhan alat berat (eskavator) milik PETI masih beroperasi tanpa hambatan.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas penegakan hukum di wilayah tersebut.
Selain itu, publik digegerkan oleh kasus penyaluran BBM subsidi jenis solar yang diduga digunakan untuk mendukung kegiatan tambang ilegal. Kasus ini sudah viral di media, namun hingga kini tidak ada tindakan nyata.
Situasi ini menimbulkan kesan bahwa para pemasok BBM ilegal kebal hukum, meskipun praktik mereka jelas merugikan negara dan lingkungan.
Kapolres Pasaman Barat menanggapi singkat:
“ *Akan kita tindak lanjuti.”*
Pernyataan ini terdengar tegas, tetapi publik menuntut aksi nyata, bukan sekadar janji.
Setiap hari, alat berat tetap merajalela, dan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi terus berlanjut, memperkuat persepsi bahwa hukum tampak tak berdaya menghadapi praktik ilegal ini.
Situasi ini menegaskan pentingnya pengawasan tegas dan penegakan hukum yang transparan. Aktivitas PETI di Sinuruik bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum.
Warga Pasaman Barat kini menunggu bukti keberanian hukum: penghentian operasi alat berat ilegal dan penindakan terhadap penyalahgunaan BBM subsidi.
Jika tidak segera ditindak, praktik ini tidak hanya akan terus merajalela, tetapi juga menjadi preseden buruk yang dapat melemahkan hukum di wilayah lain.
Publik menuntut keadilan nyata, bukan sekadar pernyataan akan menindaklanjuti.
Edriadi
Penulis : Edriadi lubis
Editor : EMAS
Sumber Berita: KompasReal.id













