Pintar Bicara Itu Biasa, Pintar Menjaga Rahasia Itu Luar Biasa

Redaksi

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Banyak orang merasa hebat karena tahu banyak rahasia, tapi sebenarnya orang yang jauh lebih hebat adalah mereka yang tahu banyak hal namun memilih untuk tetap diam. Orang tua-tua di Minangkabau punya cara jenius menggambarkan ini melalui perjalanan air dari pedalaman hingga ke samudra: ‘Gadanglah aia disitangkai, gadang nan sampai kaulakan, nan sabuah usah diungkai, nan rumik usah dikatokan.’ Sebuah pituah tentang bagaimana seorang pribadi berintegritas mengelola informasi di tengah hiruk-pikuk dunia.”

 

“Biarlah air membesar mulai dari Sitangkai (hulu), hingga besarnya terbawa sampai ke Ulakan (muara); namun rahasia yang satu itu janganlah dibongkar, dan hal yang rumit janganlah diutarakan.”

 

Secara intelektual, pepatah ini menggunakan metafora geografis yang sangat cerdas. Sitangkai di daratan tinggi dan Ulakan di pesisir pantai melambangkan perjalanan informasi dari titik awal (hulu) hingga menyebar luas ke publik (muara). Kalimat ini mengakui sebuah realitas sosial: bahwa ada hal-hal yang memang sudah menjadi konsumsi umum dan tidak bisa kita bendung. Namun, kecerdasan emosional (EQ) seseorang diuji pada baris berikutnya. Meskipun informasi sudah meluap laksana banjir dari hulu ke muara, kita diingatkan untuk tetap mengunci rapat “sesuatu yang rahasia” (nan sabuah).Dalam perspektif karakter, membongkar rahasia atau aib yang sudah tersimpan rapi adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan dan keruntuhan martabat. Begitu juga dengan “hal yang rumit”; tidak semua kompleksitas masalah harus diceritakan kepada orang yang tidak berkepentingan. Menahan diri untuk tidak mengumbar detail yang pelik bukan berarti tidak jujur, melainkan sebuah bentuk kebijaksanaan situasional. Kita diajarkan untuk menjadi “penyaring” (filter), bukan sekadar “saluran” (pipa) yang mengalirkan apa saja yang masuk. Inilah puncak dari kedewasaan kognitif:

Baca Juga :  Dua Rumah Warga Terbakar di Andilan Dua Koto, Diduga Akibat Arus Listrik

memahami bahwa kata-kata yang tidak terucap sering kali memiliki kekuatan yang lebih besar untuk menjaga harmoni daripada seribu kata yang dilepaskan tanpa pertimbangan.

EDRIADI

Penulis : Kr03

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ninik Mamak dan Pemilik Lahan Segel Pembangunan Koperasi Merah Putih di Cubadak Tengah
Tegas! Disdik Pasaman Terbitkan Aturan Ketat Keselamatan Berkendara Siswa
Warga Talu Terpukau, Atraksi Tari Piring dan Dabuih Api Sabana Gadih Mencuri Hati
Spektakuler! Tari Piring & Dabuih Api Sanggar Sabana Gadih Curi Perhatian di Pesta Tono & Lisna
Tragedi yang Terprediksi: Pembiaran Angkutan Berbahaya di Pasaman Telan Korban
TAK MAIN-MAIN! Tim Hukum Mia dan Yani Kawal Ketat Kasus Penganiayaan di Sungai Beremas, Dorong Gelar Perkara dan Bangun Dukungan Publik
Sabana Gadih Bersinar: Sanggar Tari Dua Koto Bangkitkan Semangat Pelestarian Budaya Generasi Muda
Arus Balik Lebaran Picu Kemacetan di Sejumlah Kawasan Wisata Sumbar
Berita ini 15 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 20:13 WIB

Ninik Mamak dan Pemilik Lahan Segel Pembangunan Koperasi Merah Putih di Cubadak Tengah

Rabu, 29 April 2026 - 10:32 WIB

Pintar Bicara Itu Biasa, Pintar Menjaga Rahasia Itu Luar Biasa

Senin, 27 April 2026 - 23:37 WIB

Tegas! Disdik Pasaman Terbitkan Aturan Ketat Keselamatan Berkendara Siswa

Kamis, 23 April 2026 - 23:50 WIB

Warga Talu Terpukau, Atraksi Tari Piring dan Dabuih Api Sabana Gadih Mencuri Hati

Kamis, 23 April 2026 - 23:43 WIB

Spektakuler! Tari Piring & Dabuih Api Sanggar Sabana Gadih Curi Perhatian di Pesta Tono & Lisna

Berita Terbaru

Internasional

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:51 WIB