Tragedi yang Terprediksi: Pembiaran Angkutan Berbahaya di Pasaman Telan Korban

Redaksi

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Pasaman, Sumatera Barat – Empat siswa terjatuh dari atap angkutan umum yang melaju di wilayah Rao Selatan, Kabupaten Pasaman, Rabu (22/04/2026)—sebuah insiden yang sulit disebut sebagai kebetulan semata.

Praktik berbahaya ini telah lama berlangsung di ruang publik tanpa penindakan berarti, seolah menjadi pemandangan yang dinormalisasi.

Fakta di lapangan mengarah pada satu kesimpulan awal: ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan akibat dari pembiaran yang berlangsung sistematis.

Praktik Lama yang Diabaikan
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelajar menaiki atap kendaraan karena keterbatasan kapasitas angkutan.

Kondisi ini bukan fenomena baru di wilayah tersebut. Dalam banyak kesempatan, praktik serupa terjadi tanpa adanya larangan tegas ataupun tindakan penertiban dari pihak berwenang.

Padahal, secara jelas tindakan tersebut melanggar prinsip dasar keselamatan transportasi.

Penumpang yang berada di luar ruang kendaraan berada dalam risiko tinggi terhadap benturan, kehilangan keseimbangan, hingga terjatuh saat kendaraan melaju.

Kelalaian di Garis Depan

Tanggung jawab langsung berada pada pengemudi dan operator angkutan umum.

Membiarkan penumpang, terlebih pelajar, berada di atap kendaraan merupakan bentuk kelalaian serius.
Dalam perspektif hukum, kelalaian yang menyebabkan orang lain mengalami luka dapat berimplikasi pidana.

Artinya, peristiwa ini berpotensi tidak berhenti pada ranah pelanggaran administratif, melainkan dapat masuk ke proses hukum lebih lanjut.

Lemahnya Pengawasan Regulator

Namun tanggung jawab tidak berhenti di tingkat pengemudi. Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman sebagai regulator memiliki mandat untuk melakukan pengawasan, penertiban, serta memastikan standar keselamatan dipatuhi.

Fakta bahwa praktik ini berlangsung secara terbuka menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan. Tanpa kontrol yang konsisten, aturan hanya menjadi formalitas tanpa implementasi nyata di lapangan.

Penegakan Hukum yang Minim

Baca Juga :  Kafe Remang-Remang di Perbatasan Panti-Duo Koto Beroperasi Tanpa Izin, Masyarakat: Pemerintah dan Aparat Diduga Tutup Mata!

Aparat penegak hukum juga tidak luput dari sorotan. Praktik mengangkut penumpang di luar kapasitas kendaraan bukan hal baru, namun minimnya tindakan tegas membuat pelanggaran ini terus berulang.

Ketiadaan efek jera menciptakan ruang bagi normalisasi pelanggaran, hingga akhirnya berujung pada insiden yang menimbulkan korban.

Faktor Sistemik: Minimnya Transportasi Layak

Di sisi lain, keterbatasan akses transportasi yang aman dan memadai bagi pelajar turut menjadi faktor pendorong.

Namun kondisi tersebut tidak dapat dijadikan pembenaran atas praktik yang membahayakan nyawa.
Ketika pelajar harus mempertaruhkan keselamatan demi mencapai sekolah, hal ini mencerminkan adanya persoalan sistemik dalam penyediaan layanan transportasi publik.

Ketua Umum LSM P2NAPAS, Ahmad Husein Batu Bara, menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian serius yang tidak dapat ditoleransi.

“Ini bukan sekadar kecelakaan, ini adalah kelalaian yang dibiarkan bertahun-tahun. Ketika pelajar harus naik ke atap kendaraan untuk bersekolah, itu artinya negara gagal menghadirkan transportasi yang aman,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab tidak boleh hanya dibebankan kepada pengemudi semata.

“Pengemudi memang salah, tetapi ini juga soal lemahnya pengawasan dan penegakan hukum.

Jika tidak ada tindakan tegas, kejadian seperti ini akan terus berulang dan bisa berujung lebih fatal,” tambahnya.

LSM P2NAPAS, lanjutnya, akan mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini serta mendesak pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi publik.

Akuntabilitas Berlapis
Insiden ini memperlihatkan adanya tanggung jawab berlapis:
Pengemudi dan operator yang lalai
Regulator yang lemah dalam pengawasan
Aparat yang tidak konsisten dalam penegakan hukum
Tanpa penetapan tanggung jawab yang jelas, kejadian serupa berpotensi terus terulang.

Alarm Keras bagi Sistem Transportasi
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi sistem transportasi daerah. Ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas, melainkan kegagalan kolektif dalam menjamin keselamatan publik.

Baca Juga :  Kenangan Indah di Balik Irama Melayu

Jika tidak ada langkah tegas dan evaluasi menyeluruh, publik berhak mempertanyakan: apakah keselamatan benar-benar menjadi prioritas, atau hanya sekadar wacana?

Edriadi Lubis

Penulis : Edriadi lubis

Editor : Emas

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Talu Terpukau, Atraksi Tari Piring dan Dabuih Api Sabana Gadih Mencuri Hati
Spektakuler! Tari Piring & Dabuih Api Sanggar Sabana Gadih Curi Perhatian di Pesta Tono & Lisna
TAK MAIN-MAIN! Tim Hukum Mia dan Yani Kawal Ketat Kasus Penganiayaan di Sungai Beremas, Dorong Gelar Perkara dan Bangun Dukungan Publik
Sabana Gadih Bersinar: Sanggar Tari Dua Koto Bangkitkan Semangat Pelestarian Budaya Generasi Muda
Arus Balik Lebaran Picu Kemacetan di Sejumlah Kawasan Wisata Sumbar
DPRD Pasaman Tegas Protes Kafe Remang-Remang yang Beroperasi di Ramadan, Bupati Serahkan Tugas ke OPD
Satpol PP Mengaku Sudah Beri Peringatan, Kafe Remang-Remang Panti–Duo Koto Masih Buka
DPRD Pasaman Angkat Bicara, Warung Remang-Remang Beroperasi di Ramadan Harus Dihentikan
Berita ini 26 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:50 WIB

Warga Talu Terpukau, Atraksi Tari Piring dan Dabuih Api Sabana Gadih Mencuri Hati

Kamis, 23 April 2026 - 23:43 WIB

Spektakuler! Tari Piring & Dabuih Api Sanggar Sabana Gadih Curi Perhatian di Pesta Tono & Lisna

Rabu, 22 April 2026 - 16:58 WIB

Tragedi yang Terprediksi: Pembiaran Angkutan Berbahaya di Pasaman Telan Korban

Selasa, 14 April 2026 - 16:08 WIB

TAK MAIN-MAIN! Tim Hukum Mia dan Yani Kawal Ketat Kasus Penganiayaan di Sungai Beremas, Dorong Gelar Perkara dan Bangun Dukungan Publik

Selasa, 7 April 2026 - 20:48 WIB

Sabana Gadih Bersinar: Sanggar Tari Dua Koto Bangkitkan Semangat Pelestarian Budaya Generasi Muda

Berita Terbaru

Nasional

Karya Bakti Merawat Rumah Ibadah untuk Saudara di Papua.

Sabtu, 25 Apr 2026 - 17:08 WIB