Dari Anak Tukang Sayur ke Perwira Polisi: Kisah Inspiratif Iptu Septia Melampaui Keterbatasan

Redaksi

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 22:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Perempuan berpangkat Inspektur Satu (Iptu) tersebut berhasil membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin apabila terus berusaha. Perjuangan Iptu Septia bukan tanpa halangan. Ia lahir dari keluarga yang sederhana, di mana orangtuanya hanya bekerja sebagai tukang sayur di Tanjung Jabung Barat, Jambi. Keterbatasan ekonomi keluarga tidak menyurutkan langkahnya untuk bermimpi menjadi seorang perwira polisi.

Pada awal usahanya meniti karier, Iptu Septia sempat diremehkan oleh orang lain. Bahkan ada yang mengucilkan dan meragukan kemampuannya untuk lulus Akpol, dengan anggapan bahwa ia harus menyiapkan biaya yang besar. Septia memaklumi umpatan tersebut, karena orangtuanya, Yendri dan Yusmanidar, hanya mengandalkan penghasilan dari berjualan sayur.

Menurut Septia, ada anggapan umum bahwa untuk menjadi seorang polisi pasti membutuhkan biaya yang besar, sehingga banyak orang mengurungkan niat karena takut tidak mampu membiayai pendidikan polisi. Namun, Septia membantah anggapan tersebut dan tetap teguh pada pendiriannya. “Saya tidak yakin akan itu (harus menyiapkan uang). Saya tetap berjuang sendiri,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa ia hanya bermodalkan nekat untuk mengikuti tes.

Septia menceritakan kisahnya ketika harus berangkat dari Payakumbuh ke Padang, Sumatera Barat, untuk mengikuti tes. Perjalanan selama tiga jam ditempuh dengan naik travel sendiri, tanpa ditemani siapapun. Di Padang, ia tinggal numpang di kos-kosan tetangga yang kuliah di sana. Untuk menuju lokasi tes yang berbeda, ia naik angkot dengan bermodal tanya sana sini. Ia sempat merasa minder ketika melihat peserta tes lain datang diantar orangtua menggunakan mobil, sementara dirinya datang sendiri dengan angkutan umum.

Perjuangan gigih Septia akhirnya membuahkan hasil. Berbekal belajar secara mandiri, ia berhasil lulus seleksi untuk masuk ke Akademi Kepolisian (Akpol) tanpa mengeluarkan biaya untuk bimbingan atau jalur khusus. Kisah Iptu Septia menjadi bukti nyata bahwa mimpi besar dapat diraih meski berasal dari keluarga sederhana, selama ada tekad kuat dan kerja keras tanpa kenal menyerah.

Penulis : Kr03

Editor : EMAS

Sumber Berita: KompasReal.id

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

LSM P2NAPAS Surati Kejati Sumbar, Pertanyakan Berkas P21A PETI Pasaman Barat
Kecelakaan Beruntun di Padang Besi Tewaskan Empat Orang
Wali Nagari Cubadak Tengah Minta Pertanyaan Soal KDMP Disampaikan di Kantor Nagari
P2NAPAS: Proyek Ketahanan Pangan Rp350 Miliar Diduga Bermasalah
Proyek Rp350 Miliar Disorot, PT Palma Pertiwi Makmur Pastikan Belum Berjalan
Ninik Mamak dan Pemilik Lahan Segel Pembangunan Koperasi Merah Putih di Cubadak Tengah
Pintar Bicara Itu Biasa, Pintar Menjaga Rahasia Itu Luar Biasa
Tegas! Disdik Pasaman Terbitkan Aturan Ketat Keselamatan Berkendara Siswa
Berita ini 11 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:53 WIB

LSM P2NAPAS Surati Kejati Sumbar, Pertanyakan Berkas P21A PETI Pasaman Barat

Senin, 11 Mei 2026 - 08:23 WIB

Kecelakaan Beruntun di Padang Besi Tewaskan Empat Orang

Kamis, 30 April 2026 - 02:38 WIB

Wali Nagari Cubadak Tengah Minta Pertanyaan Soal KDMP Disampaikan di Kantor Nagari

Kamis, 30 April 2026 - 02:25 WIB

P2NAPAS: Proyek Ketahanan Pangan Rp350 Miliar Diduga Bermasalah

Kamis, 30 April 2026 - 00:20 WIB

Proyek Rp350 Miliar Disorot, PT Palma Pertiwi Makmur Pastikan Belum Berjalan

Berita Terbaru

Mimbar jumat

Menghindari Suuzon, Menjaga Hati dan Persaudaraan

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:04 WIB