Proyek Rp350 Miliar Disorot, PT Palma Pertiwi Makmur Pastikan Belum Berjalan

KompasReal.id

- Editor

Kamis, 30 April 2026 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KompasReal.id, Sumatera Barat – Wacana mengenai proyek ketahanan pangan terintegrasi bernilai fantastis, Rp350 miliar, yang belakangan menjadi bahan pembicaraan publik, akhirnya mendapatkan tanggapan resmi dari pihak pengelola. PT Palma Pertiwi Makmur buka suara terkait dinamika dan isu yang berkembang di masyarakat.

Menanggapi berbagai spekulasi yang muncul, Direktur PT Palma Pertiwi Makmur, Mardianto, memastikan keberadaan proyek tersebut memang nyata. Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini kegiatan tersebut belum berjalan di lapangan.

“Benar adanya proyek tersebut, namun sampai saat ini kami masih berada dalam tahap persiapan internal. Belum ada pelaksanaan operasional yang berjalan,” jelas Mardianto, dalam keterangan yang diterima KompasReal.id, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen penuh untuk menjalankan seluruh rangkaian kerja sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang berlaku. Terkait isu ketidaksesuaian kerja sama yang menyeret nama perusahaannya, Mardianto menyebut hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi mendalam.

“Kami menyadari adanya dinamika informasi yang beredar. Setiap proses yang berjalan akan kami tindaklanjuti dengan mengedepankan prosedur yang benar serta prinsip kehati-hatian dalam berbisnis,” tambahnya.

LSM P2NAPAS Minta Transparansi Penuh

Sorotan tajam juga datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pengawasan Nasional Pengelolaan Aset Daerah dan Sumber Daya Alam (P2NAPAS). Mengingat nilai proyek yang sangat besar dan menyangkut sektor strategis ketahanan pangan, mereka menuntut keterbukaan informasi dari seluruh elemen yang terlibat.

“Kami mendorong agar semua pihak berani memberikan klarifikasi secara terbuka. Transparansi adalah kunci untuk menjaga kepercayaan publik, apalagi ini menyangkut dana yang tidak sedikit,” ujar Ketua Umum P2NAPAS, Ahmad Husein Batu Bara.

Meski gencar mengawal kasus ini, P2NAPAS menegaskan tetap berpegang pada asas praduga tak bersalah dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Polres Kuranji: Kasus Masih Dalam Tahap Penyelidikan

Sementara itu, pihak kepolisian melalui Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kuranji telah mengonfirmasi bahwa laporan terkait permasalahan ini sudah diterima dan dicatat dalam buku register.

“Saat ini kami masih dalam tahap penyelidikan, mengumpulkan data serta mendalami keterangan dari berbagai pihak untuk mendapatkan gambaran utuh permasalahan,” ungkap sumber di kepolisian.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya menyangkut nilai ekonomi yang besar, tetapi juga menyentuh prinsip tata kelola yang baik, akuntabilitas, dan kepercayaan publik terhadap proyek-proyek strategis nasional maupun daerah.

Hingga berita ini diturunkan, masih menunggu tanggapan lebih lanjut dari pihak-pihak lain yang disebutkan dalam laporan untuk melengkapi fakta di lapangan. (Edriadi)

Editor : Tim

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penyiapan Lahan Selesai, Inisiatif MDA Bawa Wajah Baru Lanai Hilir
Sudah Dibayar Lunas, Proyek Puskesmas Bonjol Pasaman Masih Sisakan Temuan Kekurangan Volume
Tangis Ibu-Ibu Tambang Rakyat: Harapan Hidup Ribuan Keluarga Menanti Solusi Pemerintah
Jalan Sempit dan Rusak, Truk Miring Hambat Perjalanan di Panti–Simpang Empat
Momen Kebanggaan: Tiga Siswi Terbaik Kelas VII-3 Dapat Apresiasi Sekolah
Puncak Panaroma Dua Koto: Pesona Senja Emas yang Jadi Andalan Wisata Pasaman
Saat Bupati Harus Mengurus Stok Obat, Publik Pertanyakan Pengawasan Kesehatan di Pasaman
Keluhan Obat Kosong Mencuat, Dinkes Pasaman: Pengadaan Obat RSUD Sudah Menjadi Kewenangan BLUD
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:38 WIB

Penyiapan Lahan Selesai, Inisiatif MDA Bawa Wajah Baru Lanai Hilir

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:59 WIB

Sudah Dibayar Lunas, Proyek Puskesmas Bonjol Pasaman Masih Sisakan Temuan Kekurangan Volume

Senin, 22 Juni 2026 - 18:53 WIB

Tangis Ibu-Ibu Tambang Rakyat: Harapan Hidup Ribuan Keluarga Menanti Solusi Pemerintah

Minggu, 21 Juni 2026 - 23:06 WIB

Jalan Sempit dan Rusak, Truk Miring Hambat Perjalanan di Panti–Simpang Empat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:54 WIB

Momen Kebanggaan: Tiga Siswi Terbaik Kelas VII-3 Dapat Apresiasi Sekolah

Berita Terbaru

Sumatera Barat

Penyiapan Lahan Selesai, Inisiatif MDA Bawa Wajah Baru Lanai Hilir

Selasa, 23 Jun 2026 - 19:38 WIB