Burangir Apresiasi Penangkapan Oknum ASN Pelaku Pencabulan Anak di Padangsidimpuan; Desak Trauma Healing untuk Korban

KompasReal.id

- Editor

Selasa, 10 Desember 2024 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Tersangka A.I, pegawai negeri sipil, saat diserahkan ke pihak kepolisian setelah menyerahkan diri terkait dugaan perbuatan cabul terhadap anak.

i

Keterangan Foto: Tersangka A.I, pegawai negeri sipil, saat diserahkan ke pihak kepolisian setelah menyerahkan diri terkait dugaan perbuatan cabul terhadap anak.

Padangsidimpuan, Sumatera Utara, KompasReal.com – Lembaga Burangir Perlindungan Anak dan Perempuan memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Padangsidimpuan atas penangkapan A.I.S (57), seorang oknum ASN yang diduga telah mencabuli seorang remaja putri berusia 13 tahun hingga hamil enam bulan.

Penangkapan A.I.S, yang menyerahkan diri pada 7 Desember 2024, disambut baik oleh Burangir sebagai langkah penting dalam menegakkan keadilan bagi korban.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Polres Padangsidimpuan dalam menangani kasus ini,” ujar July H. Zega, Sekretaris Lembaga Burangir, pada Selasa (10/12/2024).

Pihak Burangir mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Padangsidimpuan dan Kasat Reskrim beserta Unit PPA Polres Padangsidimpuan karena dapat menuntaskan kasus ini.

Namun, apresiasi tersebut tidak hanya berhenti pada penegakan hukum. Burangir juga menekankan pentingnya pemulihan psikis bagi korban yang masih di bawah umur dan tengah mengandung enam bulan.

“Korban tentu mengalami traumatik atas perbuatan pelaku,” kata July. Oleh karena itu, Burangir mendesak adanya sinergi antara Dinas PPPA Kota Padangsidimpuan dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Padangsidimpuan untuk memberikan program trauma healing secara berkelanjutan.

“Perlu dilakukan trauma healing terhadap korban secara berkelanjutan. Kami sangat mengecam aksi bejat A.I.S dan berharap ia dihukum seberat-beratnya,”tegas July.

Burangir berharap kasus ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan anak dan pencegahan kejahatan seksual.

Kasus ini sendiri terungkap setelah ibu korban curiga melihat perubahan fisik anaknya dan membawanya ke puskesmas pada 6 November 2024. Korban kemudian mengaku telah dicabuli oleh A.I.S pada bulan Mei 2024 dengan modus memesan kopi di warung yang dijaga korban.

Setelah melakukan aksinya, A.I.S memberikan uang Rp 5.000 dan mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian tersebut. A.I.S kini terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda maksimal Rp 5.000.000.000.

Follow WhatsApp Channel kompasreal.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan
Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani
Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue
Polres Tapsel Ungkap Peredaran Sabu di Sipirok, Sita Barang Bukti 10 Gram dari Rumah Pelaku
Viral Isu ‘Beking’ Perambahan Hutan, Polres Tapsel: Itu Tidak Benar
Satresnarkoba Polres Padangsidimpuan Bekuk Pengedar Sabu, Amankan Barang Bukti 1,13 Gram
Polres Padangsidimpuan Bekuk Pengedar Sabu 98 Gram, Residivis Diamankan di Kelurahan Timbangan
Misteri Data Judol Penerima Bansos di Tabagsel: Madina dan Paluta Terungkap, Bagaimana Padangsidimpuan, Palas dan Tapsel?
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 21:44 WIB

Akun TikTok Ucok Botol Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Sipogu, APH Dipertanyakan

Senin, 7 September 2026 - 22:00 WIB

Kapolres dan Bupati Tapsel Turdes Bareng, Dorong Hilirisasi Kopi untuk Kesejahteraan Petani

Senin, 7 September 2026 - 17:36 WIB

Rayakan Tradisi Mooncakes Festival di PIK Avenue

Senin, 7 September 2026 - 15:08 WIB

Polres Tapsel Ungkap Peredaran Sabu di Sipirok, Sita Barang Bukti 10 Gram dari Rumah Pelaku

Jumat, 4 September 2026 - 12:08 WIB

Viral Isu ‘Beking’ Perambahan Hutan, Polres Tapsel: Itu Tidak Benar

Berita Terbaru